Stres Berdampak Buruk Pada Kesuburan, Ini Penyebabnya

Saat sedang stres level hormon kortisol akan sangat tinggi.

Mutia Nugraheni
| 8 Januari 2019 16:12

Dream - Keberhasilan program kehamilan ditentukan bukan hanya kesehatan fisik calon ayah dan ibu, tapi juga aspek psikologisnya. Tak heran kalau banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, disaranan dokter untuk berlibur dan mencari ketenangan.

Pasalnya, kondisi piskologis seperti stres bisa berdampak buruk pada kesuburan. Pada perempuan, saat sedang stres level hormon kortisol akan sangat tinggi. Hal ini bisa menghambat proses ovulasi atau pematangan sel telur.

Tak ada sel telur yang matang atau terlambat akan mengurangi kemungkinan hamil. Saat stres, area hipotalamus pada otak akan sangat terkena efeknya. Membuat siklus haid menjadi sangat berantakan.

" Banyak perempuan yang tidak haid secara teratur karena mengalami stres, kurang tidur dan banyak melakukan traveling," ungkap dr. Lisa C. Grossman Becht, seorang pakar kesuburan dari Columbia University Fertility Center, seperti dikutip dari PopSugar.

Stres juga dapat berdampak pada kondisi rahim yaitu menghambat implantasi embrio. Sementara bagi pria, stres bisa membuat gairah seksual menurun dan kualitas sel sperma.

Mengurangi stres adalah aspek penting untuk meningkatkan kesuburan. Jadi apa yang bisa dilakukan?

" Mengidentifikasi pemicu stres adalah langkah pertama. Setelah itu cari solusi segera untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi efeknya pada kondisi psikologis. Lebih berpikir positif, berusaha santai dan menikmati apa yang ada," ujar Becht.

Level stres yang berkurang akan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi. Tentunya hal ini sangat baik untuk sehingga meningkatkan kesuburan. Mulai sekarang kendalikan juga fokus pikiran agar tak 'dijajah' oleh stres.

DAMAI, PELUK HANGAT JOKOWI DAN PRABOWO SAAT DEBAT CAPRES

Jangan Lewatkan