Siapa Sangka, Mainan Pokemon Berdampak Positif Bagi Otak

Ketahui fakta detailnya.

Mutia Nugraheni
| 11 Mei 2019 10:15

Dream - Banyak orang yang memandang sebelah mata permainan pokemon. Mainan ini dianggap bakal berdampak buruk pada anak, membuat mereka kecanduan dan lupa waktu. Ternyata tak selamanya permainan anime ini berefek negatif.

Sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of California Berkeley dan Stanford University menemukan bahwa orang-orang yang cukup banyak bermain game Pokemon di masa kecilnya mengembangkan wilayah otak baru yang berisi pemicu memori terkait dengan Pokemon.

Penelitian ini melibatkan 11 pemain pemula dan 11 pemain berpengalaman. Untuk pemain berpengalaman pertama kali bermain video game pokemon antara usia 5-8. Mereka bisa menyebutkan ratusan jenis Pokemon.

Pemindaian MRI yang dilakukan pada kedua kelompok sambil ditunjukkan gambar Pokemon dan hewan normal yang dicampur bersama mengungkapkan bahwa wilayah otak yang disebut sulkus oksipitotemporal, merespons gambar Pokemon pada pemain berpengalaman.

" Kami menemukan perbedaan besar antara orang-orang yang memainkan Pokémon di masa kecil mereka dibandingkan mereka yang tidak," kata Jessie Gomez, peneliti utama, seperti dikutip dari World of Buzz.

Ternyata, orang-orang yang ahli Pokémon tidak hanya mengembangkan representasi otak yang unik untuk Pokemon di korteks visual. Tetapi bagian yang paling menarik adalah bahwa lokasi respons terhadap Pokemon sangat konsisten.

Rupanya, bagian otak yang mengenali Pokemon berada dalam " korteks visual tingkat tinggi" yang bertanggung jawab untuk memproses wajah dan kata-kata.

Laksanakan Wasiat, Alvin Faiz dan Adiknya Jadi Imam Solat Jenazah Ustaz Arifin Ilham

Jangan Lewatkan