Si Kecil Makan Banyak tapi Beratnya Turun? Cek Gula Darahnya

Tanda lain yang muncul saat anak menderita diabetes adalah anak sering merasa lelah dan lesu.

Mutia Nugraheni
| 14 November 2018 08:10

Dream - Banyak yang menganggap kalau penyakit diabetes melitus (DM) hanya menyerang orang dewasa atau yang berusia paruh baya. Faktanya, DM juga bisa menyerang anak. Seperti cerita Devi, ibu dari Adi (10) tahun, yang anaknya menderita diabetes.

Awalnya ia curiga pada kebiasaan makan anaknya, Adi. Porsi makan jadi lebih banyak karena sering lapar. Berat badan Adi bukannya naik malah turun. Sang anak pun dibawa konsultasi ke dokter, ternyata setelah diperiksa Adi menderita Diabetes.

" Beberapa tanda fisik yang menunjukkan gejala diabetes pada anak yang bisa diketahui orang tua seperti sering merasa haus, lebih sering buang air kecil hingga ngompol. Sering merasa lapar walau sudah makan dalam porsi banyak akan tetapi berat badan terus menurun dan bisa terjadi dalam waktu singkat," ujar dr. Rochsismandoko, SP. PD, dari RS Omni Hospitals Alam Sutera dalam rilis yang diterima Dream, 13 November 2018.

Tanda lain yang muncul saat anak menderita diabetes adalah anak sering merasa lelah dan lesu. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah gula menjadi energi sehingga anak mudah lelah, mudah marah, dan sering murung. Jika menemukan infeksi jamur pada area vagina anak perempuan atau ruam popok karena jamur pada bayi, sebaiknya juga waspada.

" Jika gejala-gejala tersebut di atas terlihat pada anak segera konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi sebagai langkah terbaik mengenal dan menangani gejala penyakit diabetes. Jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi serius dan merusak organ tubuh serta jaringan,” ujar dr. Rochsismandoko.

Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus mengatakan bahwa diabetes tergolong penyakit yang berpotensi memakan biaya besar untuk perawatan medis dan DM tipe 1 harus terus menerus dikontrol dengan insulin. 

" Seharusnya anak jangan dilatih banyak makan nasi tetapi lebih banyak makan protein seperti ayam, ikan, tahu, tempe serta sayur dan buah yang tidak manis,” ujar dr. Yosef.

Head of Corporate Branding, Marketing and Communication, Sequis Felicia Gunawan menambahkan bahwa mengingat biaya perawatan dan pengobatan penyakit diabetes terbilang tinggi dan perawatan perlu dilakukan secara kontinu ada baiknya lengkapi diri dan keluarga dengan perlindungan asuransi kesehatan.

" Sedini mungkin perlu dicegah terjadinya komplikasi berbahaya karena biayanya akan menjadi lebih tinggi karena itu perlu mengantisipasi dengan memiliki asuransi kesehatan sedini mungkin dan juga perlu memiliki asuransi penyakit kritis,” ujar Felicia.

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian

Jangan Lewatkan