Setelah Persalinan Normal, Bisa Muncul Disfungsi Otot Panggul

Otot panggul merupakan komponen utama pembentuk struktur dasar panggul,

Mutia Nugraheni
| 15 Januari 2019 08:12

Dream - Menjalani persalinan secara normal, pada beberapa ibu bisa memicu permasalahan panggul. Dalam istilah kedokteran, sering disebut disfungsi otot panggul.

Gangguan ini antara lain, tidak dapat mengendalikan buang air besar, peranakan turun, termasuk gangguan fungsi seksual. Hal ini disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi Budi Iman Santoso.

" Persalinan normal diduga berkaitan dengan kerusakan otot dasar panggul. Padahal, otot ini salah satu komponen utama pembentuk struktur dasar panggul," jelas Budi saat memaparkan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Gedung IMERI UI, Jakarta, beberapa hari lalu.

Untuk menangani disfungsi otot dasar panggul, menurutnya perlu ada sistem penilaian (skoring). Sistem penilaian ini bisa memperkirakan kerusakan otot dasar panggul usai persalinan normal kata Budi dalam pidatonya bertajuk Budi Iman Santoso Assessment (BISA), Sebuah Model Prediksi Trauma Otot Dasar Panggul pada Ibu Pasca Persalinan Normal.

Fungsi sistem penilaian diperlukan untuk memprediksi, apakah ibu berisiko rendah atau tinggi dalam mengalami disfungsi dasar panggul. Jika ibu tergolong rendah mengalami kondisi tersebut, maka ibu dapat menjalani persalinan dengan baik.

" Ibu bisa bersalin dengan normal tanpa khawatir mengalami disfungsi dasar panggul. Ini juga membantu dokter mengambil keputusan, kalau ibu aman buat melahirkan secara normal," tambah Budi.

Sistem prediksi trauma dasar panggul Budi ini bernama Budi Iman Santoso Assessment (BISA). Sistem BISA bisa diterapkan ke pelayanan kesehatan manapun, baik primer hingga tersier.

" Sistem BISA perlu diterapkan untuk mengendalikan dan menekan kerusakan otot dasar panggul," tambahnya.

Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

Topik Terkait :

TOP 3 | Arab Saudi Investasi Rp 282 Triliun di Pakistan

Jangan Lewatkan