Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi, Ini Risiko yang Mungkin Muncul

Ada beberapa dampak yang mungkin terjadi.

Mutia Nugraheni
| 9 Juni 2021 16:04

Dream - Tahun ajaran baru 2021 Juli mendatang, pemerintah rencananya akan membuka sekolah. Sejumlah aturan dan protokol kesehatan mulai disiapkan sejak hari ini. Antara lain para murid akan masuk sekolah maksimal dua kali dalam satu minggu dan maksimal 2 jam.

Situasi pandemi memang belum sepenuhnya terkendali. Belum lagi adanya varian virus Covid-19 baru yang lebih agresif. Vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 17 tahun ke bawah juga belum tersedia.

Dokter Adam Prabata, dokter yang juga PhD Candidate Medical Science di Kobe University, lewat akun Instagram resminya memaparkan sejumlah risiko yang mungkin muncul jika sekolah dibuka saat pandemi belum terkendali. Hal yang pertama adalah perkiraan angka kematian anak.

" Perkiraan CFR (case fatalitiy rate) atau rasio anak yang meninggal akibat Covid-19 dibandingkan dengan total kasus Covid-19 pada anak di Indonesia 0,26%," tulis Adam.

 

Selanjutnya :

Cakupan Vaksinasi Guru Masih Rendah

BERANI BERUBAH: Lepas Gengsi, Jemput Rezeki

Jangan Lewatkan