Saat Stres Produksi ASI Jadi Seret, Ini Pemicunya

Produksi ASI memang bukan hanya perkara kondisi fisik tapi yang lebih terlibat adalah kondisi psikis ibu.

Mutia
| 17 Juli 2017 19:24

Dream - Kondisi rumah sangat berantakan, tubuh kelelahan, sementara bayi sangat rewel. Payudara juga terasa sakit untuk disusui langsung. Memompa ASI pun dilakukan, tapi hasilnya, malah bikin makin stres.

Pengalaman Lani (33) mungkin juga dialami banyak ibu-ibu. Ketika dihadapkan dengan pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah yang menumpuk, produksi ASI mendadak turun drastis. Hal ini tandanya ibu sedang mengalami stres.

" Kalau sedang banyak meeting, laporan juga harus segera dibikin, aduh udah deh mompa bawaannya mau nangis karena ya kadang cuma 50 ml dapetnya malah kurang dari itu. Pikiran itu memang pengaruh banget ternyata sama produksi ASI," ungkap Lani, ibu dari Ayana (5 bulan).

Kenapa hal ini bisa terjadi? Produksi ASI memang bukan hanya perkara kondisi fisik tapi yang lebih terlibat adalah kondisi psikis ibu. Air susu ibu (ASI), seperti dikutip dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), diproduksi oleh kelenjar susu di payudara mengikuti 'peritah' dari hormon prolaktin.

Lalu, ASI ke luar dari kelenjar susu melalui saluran ASI menuju puting mengikuti 'perintah' dari hormon oksitosin. Penting untuk menjaga hormon oksitosin dan prolaktin bekerja secara stabil.

Caranya memang kadang tak mudah. Pasalnya hormon tersebut aktif saat ibu merasa tenang dan bahagia. Hormon-hormon tersebut bisa dibangkitkan dengan melakukan kesenangan, menatap mata bayi atau berpelukan.

Tak heran ketika ibu merasa stres, produksi ASI akan menurun drastis. Pasalnya, hormon tersebut jadi tak aktif untuk 'memerintah'. Itulah mengapa kalau ibu stres, produksi ASI akan menurun, jadi jaga kesehatan psikologis juga ya, Bunda!

 

#SusahnyaJadiArtis - Danang & Nilam Bahas Soal Haters

Jangan Lewatkan