Rencana Pembukaan Sekolah di Juli 2021, Amankah?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih jauh dari target.

Mutia Nugraheni
| 11 Mei 2021 08:06

Dream - Kementerian Pendidikan, bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia sejak akhir Maret 2021 sudah menbuat keputusan bersama terkait pembukaan sekolah yang rencananya bakal dilakukan pada Juli 2021. Pembukaan sekolah di masa pandemi memang akan sangat berbeda.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi setiap sekolah terkait protokol kesehatan agar tak terjadi kluser penularan Covid-19. Salah satu syaratnya adalah seluruh guru di sekolah, termasuk petugas sekolah wajib divaksinasi.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengungkap target vaksinasi Covid-19 untuk para guru dan tenaga pendidik angkanya sekitar 5,5 juta. Ditargetkan, vaksin dosis penuh sudah diberikan seluruhnya pada Juni 2021 agar sekolah bisa aman dibuka.

Hingga awal April 2021, angka cakupan vaksinasi untuk tenaga pendidik, menurut Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri baru sekitar 1.031.585. Meski demikian, ia optimistis di Juni 2021 angka 5,5 juta bisa terpenuhi.

Dikutip dari Kemdikbud.go.id, Nadiem mengakui banyak pihak masih khawatir akan risiko PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang akan dilakukan di tahun ajaran baru 2021. Namun dengan peraturan vaksin diprioritaskan (untuk para guru), Nadiem merasa sudah waktunya pembelajaran kembali ke sekolah.

Ia juga menekankan bahwa orang tua memiliki hak mutlak menentukan apakah anaknya sudah boleh ikut sekolah tatap muka. Tetapi sekolah, tuturnya, wajib menyediakan opsi tatap muka.

“ Itu hak prerogatif orang tua untuk memilih anaknya mau PTM atau PJJ (pembelajaran jarak jauh),” ungkap Mendikbudristek.

 

Selanjutnya :

Pendidikan versus Kesehatan

Nikita Mirzani Dilarikan Ke Rumah Sakit

Jangan Lewatkan