Ratu Anandita Ceritakan Persalinan yang Penuh Perjuangan

Ketuban Dita pecah di awal dan sempat menimbulkan kekhawatiran.

Mutia Nugraheni
| 6 Oktober 2017 08:08

Dream - Menjalani proses persalinan, bagi seorang ibu merupakan perjuangan besar. Rasa sakit hebat yang muncul karena kontraksi harus dihadapi. Nyawa ibu dan bayi jadi taruhannya. Seperti pengalaman Ratu Anandita yang baru saja melahirkan putrinya, Hawra, beberapa hari lalu.

Ia bersyukur bisa menjalani proses persalinan secara normal dengan lancar. Meskipun ketuban pecah di awal dan sempat menimbulkan kekhawatiran. Mario, sang suami, juga terus setia menemaninya selama proses persalinan.

"Alhamdulillah .. Alhamdulillah .. Alhamdulillah .. rasanya belom cukup mewakili rasa syukur saya pada Allah.. sungguh Allah itu baiiikkkkkk banget. Selama kita percaya + yakin kalau Allah tidak akan membebani umat nya diluar kesanggupannya (QS 2: 286) dan Allah pasti akan tolong kalo kita berdoa,Ikhtiar, ikhlas + pasrah pada segala kehendak-NYA! Pecah ketuban jam 2 pagi sih agak bikin kaget, panik dan ngantuk bangett pastinya haha.., tapi karena sudah mempelajari langkah-langkah yang harus di jalani, jadi berusaha berangkat ke rumah sakit dengan tenang," ungkap Dita, di akun Instagramnya.

 

Alhamdulillah .. Alhamdulillah .. Alhamdulillah .. rasanya belom cukup mewakili rasa syukur saya pada Allah.. sungguh Allah itu baiiikkkkkk banget ð . . Selama kita percaya + yakin kalau Allah tidak akan membebani umat nya diluar kesanggupannya (QS 2: 286) dan Allah pasti akan tolong kalo kita berdoa,Ikhtiar, ikhlas + pasrah pada segala kehendak-NYA! . . Pecah ketuban jam 2 pagi sih agak bikin kaget, panik dan ngantuk bangett pastinya haha.., tapi karena sudah mempelajari langkah-langkah yang harus di jalani, jadi berusaha berangkat ke rumah sakit dengan tenang. . Pentingnya tetap bergerak selama proses persalinan bisa membantu bayi utk mencari jalan lahir.. NAH bergerak yg bagaimanakah? . . Alhamdulillah ketuban sudah pecah secara alami dan saat pecah tidak ada komplikasi darurat (tidak ada situasi yang membahayakan bagi ibu atau bayi).. . Perlahan saya coba berdiri dari tempat tidur, air ketuban pun gak ada yang rembes ataupun keluar lagi.. Jadi tetep pede untuk terus gerak (Gerak pinggul, bersimpuh jongkok, dll) tentunya dibantu oleh suami.. . Walaupun lemaass karena kontraksi makin hebat, Tapi jadi optimis karena bukaan semakin bertambah (Tadi nya hanya bukaan 1 gak nambah-nambah, sementara induksi sudah berjalan ð­ð­). Setelah kurang lebih 1 jam bergerak.. Alhamdulillah bukaan langsung bertambah jadi 5 ð .. (Sambil teruuuss berdoa "Bismillah" semoga tetap bisa lahiran normal). . Saya hanya berbagi pengalaman yang saya rasakan kemarin.. JANGAN SAMAKAN SETIAP KONDISI PERSALINAN , KERENA PASTI AKAN BERBEDA-BEDA dan PENANGANAN nya JUGA BERBEDA. (Qadarullah.. kondisi saya masih memberikan kesempatan untuk bisa bergerak. Karena ada kondisi dimana ketuban sudah pecah, ibu tidak boleh lagi berdiri dari tempat tidur.). . Iyyaa kana' budu waiyyaa kanasta'iin hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan â¤

A post shared by Ratu Anandita (@ratu_anandita) on

Dita bercerita kalau pembukaan yang dialaminya sempat tak berjalan lancar. Padahal ketuban sudah pecah. Ia pun memutuskan untuk banyak bergerak.

"Perlahan saya coba berdiri dari tempat tidur, air ketuban pun gak ada yang rembes ataupun keluar lagi..Jadi tetep pede untuk terus gerak (Gerak pinggul, bersimpuh jongkok, dll) tentunya dibantu oleh suami. Walaupun lemas karena kontraksi makin hebat, Tapi jadi optimis karena bukaan semakin bertambah (tadi nya hanya bukaan 1 gak nambah-nambah, sementara induksi sudah berjalan).Setelah kurang lebih 1 jam bergerak.. Alhamdulillah bukaan langsung bertambah jadi 5," tulis Dita.

Setelah itu pembukaan terus bertambah dan Dita melahirkan putrinya dengan lancar. Ia pun tak hentinya mengucap syukur pada Allah SWT yang telah memberikannya kemudahan dan kesehatan selama hamil hingga persalinan

"Iyyaa kana' budu waiyyaa kanasta'iin, hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan," ungkap Dita.

 

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie

Jangan Lewatkan