Rahim Buatan Ini Bisa Gantikan Rahim Ibu untuk Bayi Prematur

Dibuat dengan meniru kerja rahim, di mana janin yang terdapat di dalamnya tetap bernapas dalam oksigen cair.

Mutia Nugraheni
| 27 April 2017 10:02

Dream - Kelahiran bayi yang belum mencapai usia matang atau 38 minggu cenderung akan berdampak panjang pada kesehatannya. Bayi-bayi prematur akan ditaruh di inkubator dengan segala macam peralatan untuk menjaga seluruh organ-organnya tetap aktif dan stabil.

Kini sebuah temuan di bidang medis yang cukup mencengangkan baru saja diumumkan, yaitu tim dari Centre for Foetal Research di Philadelphia, Amerika Serikat berhasil membuat rahim
buatan.

Mereka melakukan tes dengan menaruh janin sapi dalam rahim buatan. Sapi tersebut hidup dan dalam kondisi yang sehat. Rahim buatan ini dibuat dengan meniru kerja rahim pada
perempuan, di mana janin yang terdapat di dalamnya tetap bernapas dalam oksigen cair.

" Sejak 1950, sudah banyak tim peneliti yang mengembangkan rahim buatan ini, tapi tidak terlalu sukses. Temuan ini sebuah harapan besar untuk membantu bayi-bayi yang lahir prematur, di kemudian hari. Mungkin bisa diaplikasikan sekitar dua tahun mendatang," ujar Marcus Davey, seorang foetal physiologist, yang juga terlibat dalam penelitian.

Pada banyak penelitian mengungkap kalau minimal usia janin bisa bertahan di luar rahim yaitu 22 minggu. Kurang dari itu janin bisa langsung meninggal dunia. Dengan usia 22 minggu itu pun sederet risiko kesehatan akan dialami karena organ-organnya belum tumbuh dengan sempurna.

Temuan rahim buatan ini masih berupa pra-klinis atau eksprimen data. Tapi tim dari Philadelphia optimistis temuan nantinya bisa disempurnakan dan bisa membantu bayi-bayi prematur di kemudian hari.

 

 

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan