Pilih Alat Kontrasepsi yang Pas, Jangan Ragu Konsultasi

Alat kontrasepsi cukup beragam dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Mutia Nugraheni
| 24 April 2018 14:03

Dream - Demi membangun keluarga yang berkualitas, baik dari aspek kesehatan, mental dan finansial, perencanaan sebaiknya dilakukan secara matang. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kontrasepsi demi mengatur jarak kehamilan.

Penggunaan kontrasepsi merupakan solusi efektif bagi pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan. Terutama jika anak masih berusia di bawah 2 tahun dan masih butuh perhatian dari orangtua.

" Tujuan memakai alat kontrasepsi itu untuk mencegah, menjarangkan atau menghentikan. Mungkin kalau masih muda, ingin mencegah. Tapi kalau hamil pertama di usia 35, lebih baik dimaksimalkan di usia itu lalu dihentikan," tutur dr. Dian Derdameisya, spesialis kandungan, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Jika ingin menggunakan alat kontrasepsi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih jenis kontrasepsi yang paling pas untuk tubuh. Alat kontrasepsi cukup beragam dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Ada yang berupa kondom, pil, IUD, patch dan suntikan. Dalam memilih jenis kontrasepsi jangan ragu untuk berkonsultasi baik dengan dokter maupun bidan, untuk mengetahui jenis, keunggulan dan mendapatkan jenis kontrasepsi yang paling pas.

" Kalau sudah memiliki satu anak, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi di dalam rahim untuk pencegahan jangka panjang. Sedangkan yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun, disarankan beralih ke alat non-hormonal," ujar Widwiono, Direktur Bina Kesehatan Keluarga Berencana (KB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Memilih alat kontrasepsi yang tepat tidak hanya bisa mengatur masa kehamilan. Tapi juga meningkatkan kesempatan untuk memenuhi target-target keluarga yang ingin dicapai.

" Menurut penelitian, kemampuan memilih alat kontrasepsi pada akhirnya bisa mempengaruhi pendapatan dan kesehatan mental karena memiliki anak di saat yang lebih matang dan siap," tutup Febria Indra Hastati, Psikolog Brawijaya Clinic.

Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?

Jangan Lewatkan