Pijat Rutin Selama Hamil, Amankah?

Hindari pijatan pada jaringan dalam.

Mutia Nugraheni
| 12 Juni 2019 08:08

Dream - Kondisi tubuh ibu saat hamil, memang jadi lebih ringkih. Mudah pegal dan lelah. Apalagi saat rasa mual begitu tinggi atau ketika bobot tumbuh terus bertambah. Biasanya pegal sangat terasa di area punggung, pinggang dan kaki.

Pijatan dipercaya bisa meredakan rasa pegal dan membuat ibu jadi lebih rileks. Tak heran banyak ibu hamil rutin melakukan pijat, hingga setelah melahirkan. Namun amankan melakukan pijatan selama kehamilan?

" Sebenarnya tidak masalah untuk melakukan pijatan saat hamil. Pastikan terapis yang memijat sudah memiliki sertifikat dan terlatih memijat ibu hamil. Jangan sampai malah setelah dipijat muncul masalah pada kesehatan ibu maupun janin," kata Mary Rosser, MD seorang dokter kandungan di Montefiore Medical Center.

Rosser merekomendasikan, jika memang ingin dipijat, sebaiknya tunggu hingga melewati trimester pertama atau usia kandungan sudah mencapai 3 bulan.

Hindari pijatan pada jaringan dalam dan teknik lain yang mungkin menimbulkan sirkulasi atau risiko tekanan darah, terutama saat memijat betis. Ingat, volume darah wanita berlipat dua selama kehamilan.

Pastikan terapis pijat prenatal menempatkan tubuh ibu hamil dalam posisi yang aman dan nyaman. Seperti, posisi berbaring miring, ditopang dengan bantal jika perlu, biasanya merupakan cara terbaik untuk berbaring di atas meja pijat.

" Setelah 22 minggu, berbaring telentang harus dihindari karena dapat memberi tekanan pada pembuluh darah yang dalam yang penting untuk membawa darah dan nutrisi ke bayi," kata Rosser.

Jika memiliki kehamilan berisiko tinggi atau tekanan darah tinggi, atau mengalami pembengkakan mendadak, bicarakan dengan dokter sebelum melakukan pemijatan pranatal apa pun.

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan