Pertanda Saat Si Kecil Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Kontrol asupan garam pada si kecil. Hindari memberikan banyak camilan asin.

Mutia Nugraheni
| 30 Juli 2018 16:11

Dream - Garam jadi bumbu dapur wajib yang selalu digunakan dalam tiap masakan. Rasanya yang asin jika dipadukan dengan bumbu lain maka akan membuat makanan jadi sangat nikmat.

Bagi anak-anak garam ini seperti pisau bermata dua. Memiliki efek positif antara lain memancarkan impuls syaraf, dan mengendurkan serat otot, serta mempertahankan keseimbangan cairan agar mencukupi.

Namun, kelebihan asupan garam secara jangka panjang berkaitan erat dengan risiko hipertensi, penyakit jantung dan stroke. Penting diketahui penyakit tersebut kemunculannya 'disumbang' dari kebiasaan sejak kecil, yaitu sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi.

Penting untuk mengontrol asupan garam pada si kecil. Hindari memberikan banyak camilan asin seperti keripik asin, snack kaya MSG atau pizza serta makanan beku dan instan.

Jika muncul tanda-tanda berikut, bisa jadi buah hati terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi.

Selalu kehausan
Jika si kecil terlihat sangat haus dan tidak ada penyebab yang jelas, seperti cuaca panas atau berlarian, pertimbangkan untuk mengevaluasi jumlah sodium dalam makanannya, dengan mempertimbangkan semua makanan. Baik makanan di rumah dan di sekolah, makanan olahan, makanan ringan dan minuman. Pasalnya, konsumsi garam yang tinggi akan memicu rasa haus yang sangat.

Selalu mencari camilan asin
Rasa asin dan gurih membuat makanan jadi lebih nikmat. Anak pun selalu mencari camilan yang rasanya asin seperti keripik kentang kemasan, kerupuk atau camilan lainnya. Lebih baik membuat makanan sendiri dengan banyak bumbu dibandingkan memberikan si kecil makanan kemasan yang gurih dan tinggi garam.

Tekanan darah tinggi
Menurut penelitian yang dipublikasi oleh American Family Physician sebanyak 7 persen anak usia 3 hingga 18 mengalami pre-hipertensi atau sudah mengalami hipertensi.

" Hipertensi pada anak seringkali tak terdeteksi seperti pada orang dewasa karena tanpa gejala. Baru diketahui setelah pemeriksaan yaitu ketika tekanan darah meningkat, dan pembuluh darah arteri bertambah tebal," ujar dr. May Loo, seorang dokter anak.

Urine gelap atau sangat kuning
Meskipun ada banyak hal yang dapat membuat urine anak berwarna kuning gelap, namun seseorang terlalu banyak mengonsumsi garam natrium kondisi urinenya juga demikian. Urine berwarna gelap dan kuning dengan bau yang kuat sangat umum pada orang-orang dari segala usia dengan asupan natrium yang tinggi, termasuk anak-anak.

Sumber: Parents

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup

Jangan Lewatkan