Pernah Terbayang Ibu Zaman Dulu Melahirkan? Ini Gambarannya

Dengan keterbatasan fasilitas dan petugas medis, mereka tak bisa memilih. Persalinan dilakukan dengan fasilitas seadanya.

Mutia Nugraheni
| 3 April 2018 16:05

Dream - Arus informasi medis yang bisa diakses dengan mudah, fasilitas kedokteran kandungan dan anak tersedia, belum lagi pilihan terkait persalinan bisa direncanakan jauh-jauh hari. Hal ini bisa dirasakan para ibu yang hidup di zaman sekarang terutama di kota-kota besar.

Pernah membayangkan bagaimana ibu-ibu yang hidup ratusan tahun lalu menjalani persalinan? Dengan keterbatasan fasilitas dan petugas medis, mereka tak bisa memilih. Persalinan dilakukan dengan fasilitas seadanya. Fakta-fakta sejarah medis berikut mungkin bisa menggambarkannya.

- Ibu melahirkan di depan banyak orang
Dalam ruang persalinan, ibu biasanya didampingi suami, bidan, dokter dan tenaga medis. Jika operasi caesar, tentunya tim medis yang biasanya terdiri dari 3 dokter dan perawat. Namun dulu, ibu yang melahirkan bisa didampingi dan ditonton belasan orang.

Apalagi jika yang melahirkan adalah anggota kerajaan penerus tahta. Persalinan bisa dilihat sekitar 70 orang dalam ruangan besar, demi memastikan bayi tersebut lahir dengan selamat dan tak tertukar.

Saat zaman kolonial di Amerika, ibu yang melahirkan didampingi sekitar 10 orang. Termasuk mertua, tetangga dan kerabat dekat. Kehadiran mereka dianggap semacam dukungan mental.

- Melahirkan dengan duduk di kursi
Posisi persalinan yang umum dilakukan saat ini adalah berbaring telentang dengan kaki disangga alat di tempat tidur bersalin. Namun dulu, Soranus seorang dokter Yunani, menulis tentang proses persalinan yang dilakukan sebagian besar di bawah pengawasan bidan.

Saat itu selama persalinan, ibu mendorong dan mengejan dalam posisi duduk tegak di kursi dengan mencengkram lengan kursi. Menurut sejarawan kuno Valerie Prancis, kursi tersebut bukan kursi biasa. Tapi kursi memiliki lubang yang berbentuk seperti bulan sabit, di mana bayi akan melewatinya setelah keluar.

- Daun untuk menaruh bayi
Menurut sejarawan Ellen Holmes Pearson dari Universitas North Carolina Asheville, dahulu perempuan penduduk asli Amerika yang menuju ke tempat terpencil, seperti sungai untuk melahirkan. Posisi para ibu saat melahirkan bisa berdiri atau duduk, karena sendirian tak ada yang menangkap bayi. Jadi saat akan bersalin ibu terlebih dulu mengumpulkan daun bersih sebagai bantalan bagi bayi. Sehingga saat keluar dari rahim, bayi bisa langsung berada di daun.

Sumber: Huffingtonpost

Ini Layanan Internet 5G Pertama di Indonesia

Jangan Lewatkan