Perjuangan Penderita Lupus Jalani Kehamilan dan Pengobatan

Usia kandungan memasuki 4 bulan, ternyata janin di rahim Asni tidak berkembang. Asni pun diberi obat penggugur kandungan, janin keluar sendiri tanpa dikuret

Mutia
| 12 Juli 2017 14:04

Dream - Menjaga kehamilan bagi sebagian ibu bagai perjuangan hidup dan mati. Bukan hanya keluhan seperti mual dan sakit kepala yang muncul, tapi juga nyawa mereka jadi taruhannya. Seperti yang dialami Asni Zebua, seorang dokter gigi yang tinggal di Wonosobo, Jawa Tengah.

Asni divonis dokter mengalami SLE (systemic lupus erythematosus/SLE) atau lebih populer disebut penyakit lupus pada 2011, bersamaan dengan kabar bahagia kehamilannya yang pertama. Pengobatan harus Asni lakukan karena ia mengalami nyeri serta bengkak di lutut, pergelangan kaki dan seluruh tubuhnya.

" Kondisi ini membahayakan janin yang saya kandung, saya menyerah dan ikut terapi dokter dengan mengonsumsi MP (metil prednisolon). Si obat ajaib baru diminum nyeri dan bengkak terasa jauh berkurang. Namun seiiring meningkatnya dosis MP, badan jadi berat dan gemuk, muka bulat, berambut di tempat yg tidak semestinya, jerawat dan komedo parah di wajah hingga sebagian punggung dan perut, tangan yang tremor," ungkap Asni menceritakan pengalamannya di Akun Facebooknya.

Usia kandungan memasuki 4 bulan, ternyata janin di rahim Asni tidak berkembang. Asni pun diberi obat penggugur kandungan, janin keluar sendiri tanpa dikuret. Kondisi ini tentu saja membuat Asni terpuruk.

Konsumsi obat membuat tubuhnya jadi sangat berubah drastis. Kulitnya menghitam, tumbuh bulu-bulu, belum lagi bobot tubuhnya naik drastis. Ditambah dengan kenyataan bahwa kehamilannya tak berjalan baik. Tapi Asni tak lantas menyerah, ia tetap menjalani pengobatan dan mendapat anugrah kembali.

" Berita baik lagi, kurang lebih 9 bulan setelah janin dikeluarkan, saya kembali hamil. Dengan pertimbangan melanjutkan terapi obat dengan dosis terendah hingga saya melahirkan seorang putri yang sehat pada Mei 2013. Sejak itu saya full stop obat hingga saat ini," ujar Asni.

Penyakit lupus jenis SLE seperti yang dialami Asni tidak bisa disembuhkan. Konsultasi dan pengobatan juga bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Bisa juga berhenti jika sudah mendapat persetujuan dokter.

Lupus, yang sering disebut penyakit seribu wajah ini merupakan penyakit autoimun di mana sistem imunitas tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Penyebab kondisi autoimun pada lupus belum diketahui. Sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat.

Gejalanya bisa sangat beragam, antara lain rasa lelah yang ekstrem, bengkak di kaki dan tangan, nyeri pada sendi, mata kering dan sakit dada. Bagi ibu hamil penderita lupus dibutuhkan terapi obat khusus agar gejala menyiksa dapat mereda dan kesehatan janin tetap terjaga.

Sumber: Facebook Asni Zebua

 

#SusahnyaJadiArtis - Michelle Joan Pernah Dituduh Jadi Selingkuhan

Jangan Lewatkan