Pentingnya 'Pemanasan' Sebelum Anak Belajar Menulis

Anak-anak butuh tuntunan untuk tahu bagaimana memegang pensil engan benar, mengarsir warna atau menggunting kertas.

Mutia Nugraheni
| 23 Juli 2017 17:22

Dream - Banyak yang menganggap kalau kemampuan menulis tak perlu diajarkan di kelas kelompok bermain atau playgroup. Hal ini karena menganggap anak usia balita lebih membutuhkan permainan yang menyenangkan dan belajar sosialisasi.

Pandangan tersebut tak sepenuhnya benar. Jangan terlalu anti terhadap sekolah playgroup yang mulai memperkenalkan anak pada aktivitas menulis dan mengenal huruf. Para guru
tersebut sudah sangat terlatih mengajarkan huruf, angka dan menulis melalui permainan seru. Bukan dengan menuntut anak dengan target tertentu.

Anak-anak akan diajarkan melipat kertas, menggunting, menempel, mewarnai. Hal tersebut sebenarnya permainan yang juga mempersiapkan jari-jari, otak dan otot motoriknya untuk 'naik kelas'. Sehingga, saat diberikan pensil atau pulpen dan diajarkan menulis mereka tak merasa kesulitan. Aktivitas tersebut bisa dikatakan 'pemanasan' bagi anak sebelum benar-benar belajar menulis.

" Anak-anak butuh tuntunan saat memegang pensil, mengarsir warna, memilih crayon, menggunting kertas, mengenal huruf dan hal itu memang aktivitas mendasar pada sekolah playgroup dan TK," ujar Elizabeth Hah, seorang praktisi pendidikan usia dini asal Australia.

Pembelajaran dan keterampilan menulis merupakan proses panjang dan bisa dibilang lama. Jarinya dilatih, koordinasi mata, memori serta kekuatan tangan. Banyak penelitian mengungkap, dasar-dasar menulis baiknya dilakukan sebelum Taman Kanak-kanak (TK) dan akan berdampak signifikan pada kemampuan menulis jangka panjang.

" Membentuk kemampuan membaca dan menulis merupakan proses yang sangat kompleks. Saat menulis, akan mengaktifkan sirkuit membaca di otak, termasuk dalam mengenal huruf dan mengingatnya. Mengenalkan huruf dan mengajarkan menulis secara intensif bisa dimulai di usia 4-5 tahun. Tapi mengajarkan anak memegang pensil baiknya jauh sebelum itu," kata Elizabeth.

Saat anak menulis bagian otak prefrontal cortex-nya akan terstimulasi secara maksimal. Bagian otak ini yang bekerja mengatur perhatian, kontrol respons dan memori. Karena itu, kesulitan menulis di awal, saat anak masih berusia dini bisa jadi indikator permasalahan akademiknya kelak.

Sumber: Early Learning Spot

 

Topik Terkait :

Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker

Jangan Lewatkan