Penglihatan Siswa Jepang Menurun Gara-gara Ponsel

Pemerintah negara sakura sangat miris dengan kecenderungan ini.

Mutia Nugraheni
| 5 Januari 2019 10:20

Dream - Ponsel pintar kini jadi barang wajib punya para siswa terutama di negara berteknologi tinggi,  Jepang. Bukan hanya untuk berkomunikasi, tapi juga media sosial dan bermain game.

Oleh pemerintah Jepang, ponsel pintar ini disebut-sebut sebagi pemicu memburuknya penglihatan para siswa dan siswi di negaranya.

Dilansir dari Engadget, survei terkini yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, menemukan jumlah siswa dengan penglihatan di bawah skor standar 1.0 (ekuivalen 20/20) berada pada titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 25,3 persen.

Lebih buruk lagi, penglihatan lebih dari 67 persen siswa sekolah menengah dan 34 persen siswa sekolah dasar tidak memenuhi standar. Pemerintah Jepang mengkaitan hal ini dengan peningkatan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar ponsel pintar.

Industri gim mobile memang sangat besar di Jepang. Menurut data Newzoo, Jepang merupakan pasar gim ketiga terbesar di dunia dan sebagian besar bermain gim smartphone.

Para ahli pun memperingatkan bahwa paparan jangka panjang cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan pada mata.

Jepang bukan satu-satunya negara yang menaruh perhatian mengenai hal ini. Pada awal 2018, Tiongkok sebagai pasar gim terbesar di dunia mengancam akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi penglihatan anak-anak.

Tiongkok pun akan mengatur jumlah gim mobile yang dirilis dan membatasi waktu bermain gim. Pengumuman itu mengutip data WHO yang menyatakan Tiongkok merupakan negara dengan tingkat rabun dekat pada anak tertinggi di dunia.

Selengkapnya baca di Liputan6.com

Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim

Jangan Lewatkan