Pastikan Ada Protein Hewani di Menu Makanan Bayi

Banyak yang beranggapan kalau bayi sebaiknya diberikan banyak protein nabati seperti sayur dan buah agar di kemudian hari ia suka dengan makanan tersebut.

Mutia
| 6 November 2018 12:11

Dream - Menyiapkan menu untuk bayi di bawah satu tahun memang suka membuat para ibu 'galau'. Tentunya kita ingin menyediakan menu yang sehat dan kaya gizi, tapi karena tidak tahu justru menu yang dibuat malah tak memenuhi nutrisi optimal.

Banyak yang beranggapan kalau bayi sebaiknya diberikan banyak protein nabati seperti sayur dan buah agar di kemudian hari ia suka dengan makanan tersebut.

Sehingga yang diberikan kepada bayi di atas enam bulan tersebut hanya nasi, sayur, buah, dan protein nabati dalam bentuk bubur. Tepatkah seperti itu?

" Enggak, enggak boleh (seperti itu)," kata ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes di Jakarta beberapa waktu lalu.

Rita menjelaskan bahwa bayi sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat membutuhkan protein hewani dan nabati. Saat tumbuh, itu berarti berbicara mengenai fisik yang dari ukurannya kecil menjadi besar.

" Untuk ukuran agar tumbuh besar ini memang butuh protein dan kalsium," kata Rita.

Menurut penelitian, jika hanya diberikan protein nabati saja penyerapan di tubuh anak cenderung tidak terlalu baik. Maka perlu diberikan juga protein hewani.

Hal terpenting adalah komposisi yang seimbang antara protein nabati dan hewani. Sehingga, anak terbiasa menerima makanan yang kaya serat seperti yang ada di tahu dan tempe dan tetap mendapat protein lemak tinggi dari ikan dan daging.

" Memang yang paling terbaik untuk anak itu diberikan dua-duanya (protein nabati dan hewani. Jika hanya diberikan jenis protein nabati saja, nanti anak bisa gagal tumbuh, berarti tinggi badannya tidak tercapai," kata Rita.

Sumber: Benekdita Desideria/ Liputan6.com

Jokowi Kunjungi Papua Resmikan Monumen Kapsul Waktu

Jangan Lewatkan