Para Suami, Lakukan Ini Saat Istri Jalani Program Kehamilan

Suami pun memiiki peran yang sama dalam hal meningkatkan presentase keberhasilan program kehamilan.

Mutia
| 9 Agustus 2018 14:11

Dream - Merencanakan program kehamilan, dibutuhkan kekompakan suami istri. Sederet tes, operasi, pengobatan hingga prosedur medis yang rumit bakal dijalani selama berbulan-bulan.

Tentunya hal tersebut sangat melelahkan secara fisik dan emosi. Jangan hanya membebankan tanggung jawab keberhasilan program kehamilan hanya pada istri. Suami pun memiiki peran yang sama.

Untuk itu peran suami, sangat penting terlibat aktif dalam program kehamilan. Bukan hanya meningkatkan presentase keberhasilan tapi juga kualitas hubungan. Lakukan hal-hal berikut.

1. Ketahui masa subur
Program hamil bukanlah tentang berhubungan setiap hari, sesering mungkin. Mengetahui masa subur istri punya peran penting dalam keberhasilan program hamil. Ini bukan hanya tugas istri, suami pun harus mengetahui hal ini.

“ Masa subur adalah masa telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur istri, suami harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus haid istri berlangsung teratur setiap 28 hari, maka terjadinya ovulasi adalah perkiraan hari haid pertama, berikutnya dikurangi 14 hari,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

2. Ajak istri berolahraga
Olahraga tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga untuk kesuburan. Olahraga teratur dapat meningkatkan kesuburan wanita. Bahkan, wanita yang berolahraga selama 30 menit atau lebih setiap hari, memiliki risiko rendah mengalami infertilitas akibat gangguan ovulasi.

Olahraga juga dapat memperbaiki metabolisme dan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, maka dapat meningkatkan produksi hormon yang membantu pertumbuhan sel telur. Olahraga juga dapat mengurangi stres, yang dapat menurunkan kemungkinan pembuahan. Para pria, aktivitas fisik dalam bentuk ringan hingga sedang diketahui mampu meningkatkan enzim antioksidarn yang dapat melindungi kualitas sperma.

3. Jaga kesehatan
Jangan hanya menuntut istri harus sehat, tapi para suami juga harus sehat. Ini bisa didapatkan dari penerapan pola makanan yang sehat dan berimbang. Karbohidrat kompleks, protein, sayuran, dan buah-buahan harus menjadi santapan para pria.

Selain itu, pria harus menghindari rokok, kafein, dan alkohol. Kenapa? Sebab rokok, kafein, dan alkohol bisa mengganggu sistem reproduksi dan kualitas sperma pria.

Para suami juga harus sebisa mungkin menghindari dan mengatasi stres. Kondisi ini tak hanya dapat berujung pada terjadinya depresi, tapi juga memengaruhi kualitas sperma. Jika kondisi-kondisi tersebut tidak teratasi, program hamil pun terancam berantakan.

Selengkapnya baca di sini.

Sumber: Liputan6.com/ Klikdokter.com

Misteri Sekarung E-KTP Tercecer

Jangan Lewatkan