Para Pria, Ketahui Kriteria Sperma Sehat dan Berkualitas

Sel sperma bisa dikatakan sehat, berkualitas dan mampu membuahi sel telur jika...

Mutia Nugraheni
| 9 Oktober 2017 08:08

Dream - Dalam hal keberhasilan kehamilan, kualitas sperma berperan besar. Banyak pasangan yang tak kunjung mendapat keturunan karena masalah sperma.

Untuk itu, jika Anda dan pasangan saat ini sedang merencanakan kehamilan, lakukan pemeriksaan detail untuk mengetahui kondisi sel sperma.

Ingat, kehamilan terjadi bukan hanya peran kaum perempuan saja, pemeriksaan juga penting dilakukan para suami. Salah satu pemeriksaan penting adalah dengan melakukan tes analisis
sperma.

Sebelum melakukan tes, tentunya harus melakukan konsultasi dengan terlebih dulu. Bisa dengan dokter kandungan atau dokter kandungan sub spesialis fertilitas.

Nantinya spesimen sperma akan dianalisis di laboratorium. Ada tiga hal utama yang dilihat dari analisis sperma dan sangat menentukan kualitasnya. Apa saja?

- Kuantitas
Jumlah sperma yang keluar saat ejakulasi saat menentukan kesuburan. Dalam satu kali ejakulasi, setidaknya mengandung 15 juta sperma per mililiter. Jika kuantitas sperma kurang dari angkat tersebut akan menurunkan kemungkinan terjadinya pembuahan. Hal ini karena jumlah sperma yang akan membuahi tak banyak, untuk untuk membuahi sel telur.

- Gerakan (motility)
Untuk bisa membuahi sel telur, sel sperma harus bergerak dengan cepat dan gesit. Melewati leher rahim, uterus dan tuba falopi. Sperma bisa dikatakan sehat dan berkualitas jika dari yang
dikeluarkan saat ejakulasi terdapat 40 persen yang berenang aktif untuk membuahi sel telur.

Ada sistem analisis untuk mengetahui gerakan sperma melalui skala 0 hingga 4. Untuk skor 0
berarti sperma tak bergerak. Lalu skor 1-2, bergerak tapi tak maksimal atau mati saat bergerak. Sementara skor 3-4 merepresentasikan gerakan sperma yang baik.

- Bentuk sperma
Untuk hasil sperma yang normal, lebih dari 50 persen sel sperma biasanya berbentuk sempurna. Jika seorang pria memiliki lebih dari 50 persen sperma yang berbentuk tidak normal, ini mengurangi kesuburannya.

Hasil pemeriksaan laboratorium dapat mengidentifikasi kelainan pada sel sperma, bisa pada bagian kepala sperma, bagian tengah tubuh, atau ekor. Ini juga jadi indikasi kalau sel sperma tidak matang sempurna sehingga tidak mampu membuahi sel telur.

- pH
Tingkat pH sel sperma harus antara 7,2 dan 7,8 untuk mencapai hasil normal. Tingkat pH yang lebih tinggi dari 8,0 dapat mengindikasikan seorang pria memiliki infeksi. Jika hasilnya kurang dari 7,0 dapat mengindikasikan spesimen terkontaminasi atau saluran ejakulasi mengalami masalah.

- Volume
Volume air mani untuk hasil normal harus lebih besar dari 2 mililiter. Volume air main yang rendah bisa mengindikasikan jumlah sperma yang rendah untuk membuahi sel telur. Volume cairan berlebih juga bisa berarti kondisi sperma terlalu encer.

 

Sumber: Mayo Clinic

 

Reza Artamevia Bebas dari Penjara

Jangan Lewatkan