Pandemi, Diperkirakan Ada 420 Ribu Kehamilan Tak Direncanakan

Pandemi membuat pasangan usia subur menunda mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi

Mutia Nugraheni
| 25 September 2020 10:02

Dream - Akses terhadap kontrasepsi saat ini pastinya sangat terhambat. Pandemi membuat banyak orang tak bisa leluasa untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan soal kontrasepsi.

Terutama penggunaan kontrasepsi seperti suntik, IUD dan implan. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) memperkirakan saat pandemi, yang berlangsung selama bulan Maret 2020 hingga sekarang menyebabkan penurunan penggunaan kontrasepsi. Hal ini berdampak pada 420ribu kehamilan tidak direncanakan. Dari kehamilan yang tak direncanakan bisa memunculkan banyak masalah.

" Kesehatan ibu dan anak bisa jadi permasalahan, angka kematian ibu yang menurut data tak menurun, stunting dan masih banyak lagi," kata dr. Eni Gustina, MPH, Deputi Bidang KB KR BKKBN dalam acara webinar World Contraception Day, Kamis, 24 September 2020 yang digelar DKT Indonesia.

Pandemi membuat pasangan usia subur menunda mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi karena kekhawatiran akan tertular.

 

Selanjutnya :

Putus Pakai Kontrasepsi

Topik Terkait :

Solidaritas Era Digital Pesta Rakyat Simpedes 2020

Jangan Lewatkan