Pakai IUD untuk Kontrasepsi Tetap Bisa Hamil, Jika...

Kehamilan pun tetap berjalan hingga persalinan dengan kondisi IUD tetap berada di dalam rahim.

Mutia
| 9 Januari 2018 15:57

Dream - Kontrasepsi jadi salah satu cara untuk merencanakan kehamilan dengan matang. Bagi Sahabat Dream yang masih menyusui dan ingin menunda kehamilan, pilihan kontrasepsi yang 

paling pas adalah intra uterine device (IUD) tembaga karena tak mempengaruhi hormon yang bisa mengurangi produksi air susu ibu (ASI).

Tingkat keefektifitasannya mencapai 99 persen. Kontrasepsi yang sering disebut spiral ini juga bekerja efektif selama 3 hingga 7 tahun, bahkan ada yang mencapai 10 tahun tergantung jenis
dan masa berlakunya.

Meski tingkat keefektifitasannya mencapai 99 persen, namun tetap ada kemungkinan 1 persen kehamilan tetap bisa terjadi. Pada beberapa kasus, ibu tetap hamil meski menggunakan IUD.
Kehamilan pun tetap berjalan hingga persalinan dengan kondisi IUD tetap berada di dalam.

Cara kerja IUD sendiri adalah memasukan alat IUD ke dalam rahim yang fungsinya menghambat gerakan sperma untuk masuk ke rahim dan melakukan pembuahan. Seiring berjalannya waktu, rahim seringkali mengalami kontraksi terutama saat datang bulang.

Kontraksi yang terus-menerus bisa membuat posisi IUD berubah dan berdampak pada keefektifitasannya. Penyebab kegagalan IUD lainnya adalah alat kontrasepsi ini terlepas sebagian atau seluruhnya dari leher rahim.

Kasus seperti ini, seperti dikutip dari Asmaraku, hanya dialami oleh 5 persen pengguna IUD pada masa penggunaan pertama. Antisipasi untuk mencegah kemungkinan hamil pada KB spiral adalah penggunanya harus melakukan pengecekan rutin setiap bulan untuk memantau jika ada pergeseran KB spiral di dalam rahim.

Untuk menghindari risiko hamil walau pakai IUD, penggunanya harus mengetahui kemampuan IUD yang Anda pakai. Sebagai contoh, IUD tembaga bisa langsung memproteksi dari kehamilan sejak hari pertama pemakaian. Akan tetapi, IUD hormonal baru bisa memproteksi Anda dari kehamilan pada waktu 7 hari setelah pemakaian.

Lakukan juga pemeriksaan rutin dan hal ini adalah wajib. Pasalnya posisi IUD bisa saja berubah, dari pemeriksaan bisa diketahui dan nantinya posisinya akan diperbaiki baik oleh dokter maupun bidan. Jadi, selalu kontrol rutin dan konsultasikan kontrasepsi IUD yang Anda gunakan.

Jajal kereta tidur super mewah pertama di Indonesia

Jangan Lewatkan