Murid di Wilayah Ini Dipulangkan Jika Diketahui Belum Divaksin

Sebanyak 4.000 anak sekolah yang belum divaksin dipersilakan pulang dan melaporkannya pada orangtua.

Mutia Nugraheni
| 2 Maret 2018 08:02

Dream - Vaksinasi sampai saat ini diketahui sebagai cara paling efektif untuk mencegah penyakit yang mudah menular. Tapi sebagian orang masih melakukan penolakan terhadap pemberian vaksin dengan berbagai alasan.

Untuk di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara aktif melakukan kampanye dan memberi vaksin gratis. Namun tetap saja penolakan masih sangat besar.
Rupanya hal tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara adikuasa, Amerika Serikat.

Sebuah kebijakan ekstrem pun dibuat untuk kelompok antivaksin, tepatnya di negara bagian Oregon. Yaitu anak-anak yang diketahui tak divaksin atau riwayat vaksinasinya belum lengkap
bakal dipulangkan. Program ini disebut " School Exclusion Day”.

Rupanya di Oregon tingkat penolakan vaksin sangat tinggi. Hal ini membuat Oregon Health Authority mengirim 30.000 peringatan pada para orangtua untuk segera melengkapi jadwal
vaksinasi anak-anaknya.

Efek dari " School Exclusion Day” membuat 4.000 murid sekolah dipulangkan. Kebijakan dibuat dengan merujuk pada imunitas komunitas, di mana vaksin pada satu orang bisa melindungi sebuah komunita. Berlaku juga sebaliknya, satu orang tak divaksin bisa merusak imunitas komunitas yang sudah terbentuk.

Kebijakan ini memang menuai banyak kritikan. Ada yang menganggap kalau memulangkan ke sekolah sama saja melanggar hak anak untuk mendapat pendidikan.

Sampai saat ini kebijakan masih terus dilakukan dan targetnya sampai jumlah anak-anak yang divaksin meningkat dari sebelumnya sehingga membentuk imunitas komunitas atau 'herd community' yang maksimal.

Sumber: Fatherly

 

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie

Jangan Lewatkan