MPASI Diberikan Saat Bayi Berusia 6 Bulan, Ini Alasannya

Bisa berbahaya jika memberikan makanan lunak apalagi padat pada bayi di bawah 6 bulan.

Mutia Nugraheni
| 29 Mei 2017 08:06

Dream - Air susu ibu (ASI) jadi asupan utama bayi sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan. Bisa berbahaya jika memberikan makanan lunak apalagi padat pada bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan. Hal ini tentu bukan tanpa alasan.

Sistem pencernaan bayi pada usia 0 hingga 6 belum terbentuk dengan baik. Jika diberikan makanan maka saluran pencernaan akan bekerja ekstra keras. Akibatnya makanan tidak tercerna dengan sempurna dan bisa muncul masalah sembelit.

Selain itu, sistem kekebalan usus bayi belum sempurna sehingga enzim yang berfungsi melapisi protein makanan pemicu alergi belum cukup diproduksi. Akibatnya protein yang masuk ke dalam sel-sel usus malah merangsang reaksi alergi dan intoleransi.

Baru saat usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi terbentuk sempurna. Pankreasnya sudah berkembang dengan baik sehingga mampu mengolah, mencerna, serta menyerap protein lemak dan karbohidrat dari bahan makanan lain selain ASI.

Ginjal juga telah berkembang dengan baik dan mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Sistem saraf dan oramotor juga baru berkembang. Dari hanya mengisap menjadi menggigit.

Kemampuan mengontrol lidah juga meningkat. Seiring dengan itu gigi geligi mulai tumbuh. Bayi juga mulai belajar mengunyah dan menelan sehingga risiko tersedak pun berkurang signifikan. Begitu juga kemampuan motorik kasarnya.

Bayi sudah bisa dalam posisi duduk saat makan. Ia juga mulai meraih benda dan memasukkannya ke dalam mulut. Hal ini sangat berguna untuk mulai mengenalkan aneka rasa dan tekstur makanan baru kepadanya.

Sumber: Buku Jurnal Program Nutritalk

 

 

 

Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting

Jangan Lewatkan