Miris, Susu Kental Manis Masih Banyak Dikonsumsi Balita

Orangtua masih belum teredukasi dengan baik.

Annisa Mutiara Asharini
| 29 Januari 2019 18:07

Dream - Pemenuhan zat gizi anak Indonesia masih dalam tahap memprihatinkan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka masalah gizi balita mencapai 17,6 persen.

Sebanyak 13,8 persen mengalami kurang gizi dan 3,9 persennya terkena gizi buruk. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya edukasi. Terutama terkait asupan gizi berkualitas sehari-hari.

" Adanya gizi buruk berawal dari masalah pendidikan orang tua. Masih banyak yang tidak tahu kalau susu kental manis (SKM) itu bukanlah susu formula. Kandungan gulanya sangat banyak," kata Arif Hidayat, Ketua Umum Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat Opmas (Kopmas) di Jakarta, Selasa 29 Januari 2019.

Pemberian SKM pada balita masih banyak ditemui di kawasan Jawa Barat, seperti Bandung, Cirebon dan Pandeglang. Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas) menemukan fakta bahwa SKM sangat digandrungi masyarakat menengah ke bawah.

SKM dapat dengan mudah ditemukan di warung sekitar. Para ibu juga tergiur dengan iklan SKM yang menampilkan anak-anak sehat dan ceria. Selain itu, harga SKM jauh lebih murah dibandingkan dengan susu formula.

" Mereka bahkan gak mampu beli bedak dan minyak telon, apalagi susu formula. Ibu-ibu juga belum teredukasi. Walau sudah diberi pemaparan oleh kader, mereka tetap lebih percaya omongan tetangga," kata Yuli Supriati, Wakil Ketua Kopmas.

Hal ini menyebabkan anak tidak mampu tumbuh secara optimal. Selain stunting, banyak bayi yang terancam risiko lumpuh akibat panas tinggi yang menyerang di usia dua bulan. Mayoritas anak-anak tersebut tidak punya BPJS sehingga sulit mengakses rumah sakit.

4 Lagu Romantis yang Cocok Diputar saat Hari Valentine

Jangan Lewatkan