Miris, Bayi 10 Hari Tinggal di Kolong Jembatan

Bayi merah tersebut tidur di kasur yang sudah lapuk dan lembap.

Mutia
| 7 Februari 2018 08:02

Dream - Bayi yang umurnya masih hitungan hari tentu saja membutuhkan tempat yang hangat dan layak untuk tinggal. Tapi tidak dengan Khaidar Ali. Bayi lucu tersebut tinggal di kolong jembatan, kawasan Pasar Rumput, Jakarta Pusat.

Tak ada pintu untuk melindungi dari dinginnya angin malam. Atap tempat tinggalnya hanya berupa rangka jembatan. Bayi merah tersebut hanya tidur di kasur yang sudah lapuk dan
lembap.

Khaidar merupakan anak pasangan Mahmud dan Nurjana. Sehari-hari, Mahmud bekerja sebagai pemulung. Ia mengumpulkan barang bekas untuk kemudian di jual. Pendapatannya dalam sehari hanya sebesar puluhan ribu rupiah.

Kondisi ekononomi yang sulit memang membuat pasangan ini tak mampu menyediakan tempat tinggal yang layak bagi bayi Khaidar. Fakta miris soal kehidupan Khaidar pertama kali
diungkap oleh Yayasan Humanitas Insani Indonesia (Yayasan Hati).

Yayasan ini memang memiliki aktivitas membantu warga-warga miskin yang tinggal di perkotaan. Seperti memberi makanan, perlengkapan sehari-hari, termasuk kebutuhan untuk para bayi yang lahir di keluarga miskin.

Yayasan Hati juga membuka donasi untuk membantu bayi Khaidar. Saat kondisi kehidupan keluarga Mahmud dan Nurjana yang serba kekurangan, banyak pihak yang ingin membantu.

Semoga Khaidar dan keluarga bisa mendapat kehidupan yang lebih layak, Amin.

 

 

Hanung Bramantyo Bicara Tentang 'The Gift' #MovieTalks

Jangan Lewatkan