Miom Bisa Bikin Perempuan Sulit Hamil, Jika...

Merupakan tumor jinak yang tumbuh di otot atau jaringan ikat di bagian mana saja pada rahim.

Gladys Velonia
| 17 Desember 2017 12:36

Dream - Masalah ketidaksuburan jadi salah satu yang paling menakutkan bagi kaum hawa. Kodrat perempuan adalah hamil dan melahirkan. Saat tahu kalau ada masalah dalam organ reproduksi yang membuat sulit hamil pastinya akan menimbulkan kekhwatiran besar.

Salah satu masalah reproduksi yang sering dialami perempuan adalah miom. Miom atau fibroid merupakan tumor jinak yang tumbuh di otot atau jaringan ikat di bagian mana saja pada rahim.

Meski miom bukanlah penyakit ganas berbahaya, menurut Ali Sungkar, dokter obstetri dan ginekologi RSIA Brawijaya, segala hal yang bukan berasal dari dalam tubuh tetaplah tidak
normal. Karena jika tak ditangani dengan tepat, miom bisa menimbulkan komplikasi bisa berbahaya bagi jantung.

" Miom itu termasuk dalam kategori tumor. Dia bentuknya padat ya, lokasinya di rahim," ujar dr. Alim saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pada sebagian besar perempuan yang memiliki miom cenderung tak menyadarinya, karena memang tak menimbulkan gejala apapun. Apabila ukurannya sudah membesar bisa memicu
perdarahan vagina, sakit perut, nyeri panggul, sering buang air kecil, dan ketidaknyamanan atau sakit saat berhubungan seks.

Lokasi pertumbuhan miom ini juga bisa di mana pun. Banyak kasus lokasi pertumbuhan miom ini membuat perempuan jadi sulit hamil.

" Miom itu beda-beda letaknya. Kalau di dalam rahim, otomatis tidak bisa hamil. Kalau di tengah, kemungkinannya bisa. Kalau di luar pasti bisa," jelasnya.

Untuk Sahabat Dream yang memiliki miom di dalam rahim, tidak perlu berkecil hati. Karena menurut dr. Ali, miom bisa diatasi dengan operasi. Jika sudah diangkat, maka bisa langsung memulai program kehamilan.

Untuk miom yang berada di luar rahim, tetap bisa hamil dan sekaligus diangkat saat persalinan. Hingga saat ini banyak teori yang menerangkan terjadinya miom salah satunya adalah teori sel induk.

" Teori sel induk menjelaskan ketika menstruasi dinding rahim teraktivasi karena hormon estrogen. Namun, dalam prosesnya mengalami pembengkakkan sampai dia membesar dan menjadi miom," tutur Ali.

Usai menopause, kemungkinan miom menghilang sangat besar. Hal ini karena hormon estrogen yang memicu miom sudah berhenti aktif saat menopause.

POSH (INSIGHTFUL & MOTIVATION SESSION)

Jangan Lewatkan