Menguak Bahaya Kalung Pereda Nyeri Pada Bayi

Risiko tercekik dan tersedak pada bayi sangat tinggi.

Mutia Nugraheni
| 26 Desember 2018 16:08

Dream - Kalung atau gelang pereda nyeri dan rasa tidak nyaman pada bayi saat tumbuh gigi, kini sedang banyak digandrungi. Kalung tersebut diklaim terbuat dari bahan alami yang aman dan mampu mengurangi nyeri dan rewel pada bayi saat tumbuh gigi.

Rupannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/ FDA), memberi peringatan terkait keamanan produk tersebut. Pasalnya, risiko tercekik dan tersedak pada bayi sangat tinggi.

Dikutip dari Cafemom, FDA memperingatkan untuk menghindari kalung dan gelang teething serta perhiasan lain untuk dipakaikan pada bayi. Peringatan tersebut juga mengutip laporan kasus tercekiknya seorang bayi perempuan usia 18 bulan.

Sang bayi diketahui menggunakan kalung pereda nyeri dan saat tidur siang, kalung tersebut terpelintir dan mencekik lehernya hingga terluka. Lalu, ada juga laporan bayi usia 7 bulan tersedang manik-manik yang copot dari gelang.

FDA mengatakan tersedak dan tercekik adalah risiko terbesar, dari penggunaan kalung atau gelang pereda nyeri. Lagipula, material asam suksinat, bahan utama kalung dan gelang belum terbukti secara ilmiah bisa meredakan nyeri dan mengurangi rewel pada anak saat tumbuh gigi.

" Tidak ada bukti bahwa itu [asam suksinat] memiliki efek analgesik pada dosis berapa pun dan tidak ada bukti bahwa asam suksinat dilepaskan dari kalung saat terkena suhu tubuh yang hangat," ungkap Dr. John Snyder, asisten profesor Pediatri di fakultas kedokteran Universitas Tufts, Massachusetts, Amerika Serikat.

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan