Mengandung Asbestos, 33 Ribu Bedak Johnson & Johnson Ditarik

Ditemukan jenis chrysotile asbestos pada bedak tersebut oleh FDA yang dibeli secara online

Mutia Nugraheni
| 22 Oktober 2019 14:07

Dream - Perusahaan produk kesehatan Johnson & Johnson menarik salah satu produknya dari peredaran pada Jumat, 18 Oktober 2019 lalu. Produk tersebut adalah bedak bayi yang sebelumnya juga diduga bisa memicu kanker.

Sebanyak 33.000 bedak bayi yang diproduksi dan dikirim dari Amerika Serikat pada 2018 akhirnya ditarik. Keputusan tersebut diambil sebagai dampak dari hasil pemeriksaan pihak Food and Drugs Administration (FDA).

FDA menemukan adanya asbestos dalam bedak bayi keluaran Johnson & Johnson. Ditemukan jenis chrysotile asbestos pada bedak tersebut oleh FDA yang dibeli secara online

" Hal ini pastinya akan jadi perhatian banyak orang yang menggunakan bedak bayi," ujar Dr. Ned Sharpless, pihak dari FDA, seperti dikutip dari CNN.

Analisis FDA

Diketahui bahwa level asbestos yang ditemukan tidak lebih dari 0,00002%. Pada tahap awal penyelidikan masalah ini, belum diketahui apakah sampel berasal dari botol dengan segel yang utuh atau apakah produk yang diuji adalah otentik.

" Penanganan sampel oleh FDA dan pengujian mengikuti prosedur operasi standar untuk analisis laboratorium dan FDA tidak melihat indikasi kontaminasi silang," ujar juru bicara FDA, Lyndsay Meyer.

FDA dalam pernyataannya mengungkap bahwa mereka melakukan survei produk kosmetik sejak 2018. Hingga saat ini telah menguji sekitar 50 produk kosmetik.
Sebagai bagian dari pengujian itu, ada dua sampel Johnson's Baby Powder yang diuji, yaitu dari lot # 22318RB, yang ditemukan positif untuk asbes.

Produk kedua dari lot # 00918RA, juga diuji negatif dan hasilnya negatif untuk asbestos. Temuan tersebut akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak Johnson & Johnson dengan menarik ribuan produknya yang sudah terlanjur beredar.

Topik Terkait :

Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah

Jangan Lewatkan