Mata Bayi Tak Merespons dengan Baik? Segera Periksa

Jangan menyepelekan respons mata bayi yang kurang, bisa jadi itu pertanda gangguan serius.

Gladys Velonia
| 28 Oktober 2017 08:29

Dream - Angka kelahiran bayi prematur di Indonesia ternyata sangat tinggi. Bahkan menurut data WHO, Indonesia menempati rangking kelima dunia dalam hal jumlah kelahiran bayi prematur.

Kondisi bayi prematur ini diketahui menyumbang angka terbesar pada kematian bayi karena cacat fisik. Salah satu cacat fisik yang paling mengintai adalah Retinopati Prematuritas atau
dikenal dengan sebutan ROP.

ROP sendiri merupakan gangguan pada penglihatan akibat retina yang tumbuh tidak sempurna pada bayi prematur yang lahir kurang dari 37 minggu. Kondisi ini jika tak ditangani dengan
tepat dan cepat dapat berakhir dengan kebutaan permanen.

" Pertumbuhan retina itu dari tengah harusnya sampai ke pinggir, tapi karena bayi prematur sudah lahir duluan, pertumbuhan itu jadi terputus, tidak lengkap, itu berpotensi jadi ROP," tutur
Rita Sita Sitorus, Guru Besar dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Universitas Indonesia, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Oktober 2017.

Menurut Rita, pada bayi yang lahir cukup umur, pertumbuhan retinanya lengkap dan kemungkinan terkena ROP menjadi sangat kecil. Sedangkan pada bayi prematur, kemungkinan ROP-nya sangat besar.

" Untuk mengetahui anak terkena ROP atau tidak, yang paling mudah adalah dengan melihat apakah dia memberi respons pada mainan atau boneka yang orangtua berikan. Jika tidak
merespons, berarti dia terkena ROP. Selain itu, biasanya di bola matanya yang hitam, terdapat bintik putih, meskipun tidak semua kasus seperti itu," ungkap Rita.

Untuk itulah, Rita mengingatkan betapa pentingnya pemeriksaan mata anak prematur sedini mungkin. Hal ini untuk mencegah potensi kebutaan permanen akibat ROP.

" Kalau ROP ini tidak ditangani dengan baik, tidak dideteksi, tidak di-screening, tidak diterapi, bisa dibayangkan akan banyak anak-anak yang buta di negara kita. Makanya masyarakat harus
disadarkan," ungkap Rita.

 

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan