Makin Sering Dipeluk, Otak Buah Hati Makin Berkembang

Sangat penting terutama di usia anak 0 hingga lima tahun.

Mutia Nugraheni
| 6 Oktober 2021 10:12

Dream - Jangan pernah bosan memeluk anak, meskipun mereka sudah beranjak remaja. Kebiasaan memeluk anak sejak mereka lahir, terutama di masa perkembangannya akan sangat berdampak tumbuh kembang otaknya.

Ketika bayi lahir semua sel otaknya yang disebut neuron, sudah berada di tempatnya, tetapi hanya ada sedikit koneksi di antara sel-sel ini. Pembelajaran baru terjadi ketika koneksi ini terbentuk antara neuron.

Saat bayi menerima informasi baru melalui indera dan pengalaman mereka, koneksi ini terjadi. Ketika bayi cukup dirangsang, koneksi ini terjadi pada kecepatan satu juta per detik. Di sisi lain, koneksi ini tidak terjadi ketika bayi tidak mendapatkan stimulasi dan paparan yang memadai terhadap pengalaman selama beberapa tahun pertama kehidupan mereka. Kesempatan untuk membangun koneksi ini bisa hilang selamanya.

Dikutip dari Baby-chick.com, usia nol hingga tiga tahun adalah periode kritis terjadinya koneksi ini. Ini adalah waktu " plastisitas saraf" ketika jalur saraf, atau koneksi antar sel, juga disebut sinapsis, terjadi. Setelah periode kritis ini, otak tidak lagi plastis atau “ dapat diubah”, dan koneksi tidak terjadi dengan kecepatan yang begitu cepat. Menjadi lebih sulit untuk membuat koneksi ini dan memungkinkan pembelajaran baru dengan kecepatan yang begitu cepat.

Memeluk dan berhubungan dengan bayi serta anak membantu hubungan ini terbentuk karena beberapa alasan. Manusia diciptakan untuk berkembang dalam interaksi manusia. Bayi mendambakan interaksi untuk memungkinkan koneksi ini terjadi. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan otak dari memeluk anak-anak sejak lahir.

 

Selanjutnya :

Bayi

Live Streaming Semangat Senin Indosiar | Vidio

Jangan Lewatkan