Makanan Bayi Instan Boleh Diberikan, Asalkan...

Pastikan si kecil mendapatkan asupan gizi berkualitas.

Mutia Nugraheni
| 12 Februari 2019 08:07

Dream - Memasuki usia 6 bulan, anak membutuhkan asupan gizi yang lebih kompleks. Bukan hanya air susu ibu (ASI) atau susu formula, si kecil mulai harus diperkenalkan dengan makanan bertekstur lembut dan kaya gizi.

Ibu dianjurkan untuk membuat sendiri menu-menu sehat yang bakal diberikan pada si kecil. Namun ada kalanya, ibu mengalami kerepotan dan menggunakan makanan bayi instan yang cukup diseduh dengan air hangat.

Hal ini juga diperbolehkan tapi pastikan porsinya tidak berlebihan. Menurut pakar nutrisi Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), Saptawati Bardosono, makanan pendamping ASI (MPASI) instan bisa diberikan kepada anak tapi hanya di waktu-waktu darurat atau mendesak saja.

" Makanan instan itu hanya untuk saat emergency saja, jadi tidak rutin. Selama ibu punya waktu untuk memasak, ya sebaiknya masaklah sendiri makanan untuk anak. Bisa dengan membuat bubur tim atau nasi dengan ceker dan hati ayam," kata Saptawati kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Walau boleh diberikan untuk anak di saat darurat, ibu dan ayah harus memastikan MPASI instan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sehingga biskuit atau bubur instan yang diberikan ke anak merupakan alternatif pangan yang aman dan sehat.

Saat memberikan MPASI orangtua perlu memperhatikan tekstur, takaran makanan serta frekuensi makan anak. Di awal pemberian MPASI, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan memulai dengan makanan bertekstur bubur kental yang dengan jumlah yang sedikit. Saat usianya bertambah, tekstur jadi lebih kasar dan jumlahnya ditambah.

Saat menginjak satu tahun, orangtua bisa memberikan anak menu makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga. Namun, makanannya tetap harus diperhatikan karena jumlah gigi anak satu tahun masih sedikit.

" Karena ibu ini waktu menyusui anaknya kan makanannya macam-macam, kadang nasi dengan sup dan lainnya, nah si anak juga harus dapat makanan yang sama hanya saja makanan itu lebih lembut," kata Saptawati.

Jika ibu memberikan makanan yang berbeda kepada anak, hal tersebut menyebabkan sang anak menjadi 'tutup mulut' atau tidak ingin makan.

" Teman saya dokter spesialis anak melihat bahwa banyak anak yang sulit makan itu karena ibu sudah makan macam-macam dan ASI yang keluar aromanya macam-macam, ketika anaknya diberikan makanan berbeda, nah itu yang menyebabkan anak menjadi tidak ingin makan," tambah Saptawati.

Laporan Siti Nurhaifa/ Liputan6.com

Tren Busana Muslimah di Panggung indonesia Fashion Week 2019

Jangan Lewatkan