Level Bakteri Jahat di Mainan Karet Ternyata Sangat Tinggi

Salah satunya jenis bakteri berbahaya yang banyak ditemukan di rumah sakit.

Mutia Nugraheni
| 30 Maret 2018 17:28

Dream - Mainan bebek karet biasanya jadi favorit balita saat bermain di bak mandi. Warnanya yang cerah, bunyi yang kencang serta bentuk lucu membuat mainan ini sangat disukai anak-anak.

Jika ingin memberikannya pada si kecil, pastikan mainan dibersihkan dengan disinfektan terlebih dulu. Pasalnya berdasarkan temuan penelitian terbaru, mainan bebek karet memiliki level bakteri berbahaya yang sangat tinggi.

Tim dari Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology, ETH Zurich dan the University of Illinois, menemukan penyebab bebek karet tidak higienis karena kondisi kamar mandi yang lembap.

Suhu kamar mandi juga cukup tinggi dan sangat lembapi. Hal ini dibuktikan dengan uap yang terpapar di cermin dan dinding kamar mandi. Bakteri pun menempel pada bebek karet.

Tak hanya bebek karet, para peneliti juga memeriksa mainan buaya karet dan mainan karet lainnya untuk mandi. Bagian dalam mainan karet dianalisis dengan menghitung jumlah mikroba (bakteri) yang berenang di dalamnya.

Bakteri pada air yang dikeluarkan saat mainan karet diperas juga diperiksa. Mainan karet yang sering digunakan di kamar mandi juga dipotong agar lebih mudah memeriksa jumlah bakteri.

Ketika diperas, empat dari lima mainan karet terkandung jumlah dan variasi jamur yang sangat tinggi. Jumlah jamur hingga 75 juta sel per sentimeter persegi.

Bakteri dalam mainan karet untuk mandi, di antaranya Legionella dan Pseudomonas aeruginosa. Kedua bakteri jahat ini biasa ditemukan di rumah sakit. Ada juga bakteri jahat Escherichia coli dan Coliform, Listeria, dan Enterococcus. Seluruh bakteri di atas dapat menyebabkan infeksi.

Fakta lebih mencengangkan, ketika mainan karet dipotong dan terbuka, semua mainan karet dalam penelitian ini mengandung biofilm (kumpulan bakteri) dan berlendir di permukaan bagian dalam.

Sebagian besar mainan karet mandi di bagian dalam berwarna hitam. Ini merupakan pertanda pertumbuhan jamur.

Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

Dukung Penanganan Covid-19, Rachel Vennya Malah Terancam 1 Tahun Penjara

Jangan Lewatkan