Lakukan Pemeriksaan Penting Ini Sebelum Kehamilan Terjadi

Pemeriksaan ini untuk mengetahui risiko kesehatan pada calon ibu dan ayah.

Mutia Nugraheni
| 6 Oktober 2017 12:03

Dream - Melakukan persiapan sebelum kehamilan terjadi merupakan hal yang sangat krusial. Terutama pada calon ibu yang akan mengandung dan melahirkan.

Ada beberapa pemeriksaan penting yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum kehamilan terjadi.Pemeriksaan ini untuk mengetahui risiko kesehatan pada calon ibu dan ayah.

Tentunya, agar penanganan berupa pengobatan lebih cepat dilakukan. Sehingga, saat kehamilan terjadi kondisi ibu dan janin selalu dalam keadaan sehat.

Sebelum melakukan tes, konsultasi terlebih dulu dengan dokter obstetri dan ginekologi. Nantinya dokter yang akan memberikan rekomendasi tes apa saja yang sebaiknya dilakukan.
Biasanya, tes-tes yang diberikan sebagai berikut.

- Tes TORCH
Tes ini untuk mengetahui apakah ibu terpapar virus Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex (TORCH). Pasalnya virus tersebut bisa membuat janin keguguran atau
mengalami cacat bawaan. Pada beberapa kasus juga menyebabkan bayi lahir prematur.

Pemeriksaannya berupa tes darah. Jika hasilnya ada salah satu virus yang terpapar dan levelnya sangat tinggi, akan dilakukan pengobatan terlebih dulu. Calon ibu disarankan untuk
menunda kehamilan apabila masih dalam pengobatan.

- Pemeriksaan darah
Dokter juga biasanya akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini antara lain hematokrit, sel darah putih, hemoglobin dan faktor pembekuan darah
(trombosit). Dari pemeriksaan bisa diketahui lebih awal jika ibu memiliki masalah dalam pembekuan darah, infeksi atau anemia.

- Tes golongan darah dan rhesus
Penting dilakukan untuk mengetahui tipe golongan darah (A, B, AB atau O) jika calon ibu dan ayah belum mengetahuinya. Hal yang tak kalah penting adalah mengetahui tiper rhesus yaitu
positif (+) atau negatif (-).

Dengan mengetahui tipe rhesus masalah bisa diketahui lebih awal. Misalnya jika calon ibu memiliki rhesus (-) dan calon ayah memiliki Rhesus (+), sementara si janin memiliki Rhesus (+). Janin dengan rhesus (+) pada calon ibu Rhesus (-) akan menimbulkan masalah yang berujung pada kematian janin.

- Analisa kromosom
Pemeriksaan ini dianjurkan jika Anda atau pasangan memiliki riwayat keluarga yang mengalami kecacatan genetik. Seperti, thalassemia, hemofilia atau down syndrome.

Ungkapkan riwayat masalah kesehatan keluarga. Termasuk juga riwayat penyakit Anda dan pasangan. Pemeriksaan kromosom ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit/ laboratorium tertentu yang memiliki fasilitas lengkap.

Live Streaming Semangat Senin Indosiar | Vidio

Jangan Lewatkan