Kondom Tak Dianjurkan Sebagai Kontrasepsi Utama, Alasannya...

Menurut dokter spesialis, lebih baik pilih kontrasepsi lain untuk jangka panjang.

Mutia Nugraheni
| 26 September 2018 19:49

Dream - Kondom jadi alat kontrasepsi yang cukup praktis. Bisa dibeli dan digunakan dengan mudah. Tak heran kalau alat penunda kehamilan ini kerap digunakan sebagai kontrasepsi andalan bagi kaum pria.

Tapi ternyata menurut dokter spesialis kandungan dan ginekologi Klinik Yasmin RS Cipto Mangunkusumo, Andon Hestiantoro, kondom tak direkomendasikan sebagai kontrasepsi utama.

" Jadi, kondom itu hanya untuk dipakai sewaktu-waktu, untuk jangka pendek," kata Andon saat diskusi Hari Kontrasepsi Sedunia, beberapa waktu lalu

Terkadang orang lupa memakai kondom, tidak sempat pasang, dan ukuran yang tidak sesuai. Selain itu, walau produksi sudah baik, tetap ada risiko kondom bocor yang memungkinkan sel sperma keluar.

" Jadi, ya kalau bisa gunakan metode kontrasepsi yang lebih efektif," tutur Andon.

Walau begitu, Andon juga mengatakan bahwa kondom merupakan kontrasepsi yang memiliki keunggulan mencegah penularan penyakit menular seksual. Ada banyak pilihan kontrasepsi. Seperti spiral, pil KB, implan, IUD. Apapun pilihannya, Andon mengingatkan sesuaikan dengan kebutuhan.

" Bisa suntikan ada yang tiga bulan sekali atau satu bulan sekali. Kalau mau enggak ribet bisa pasang spiral untuk jangka menengah dan panjang," kata pria yang juga staf pengajar FKUI-RSCM Jakarta ini.

Pil KB kombinasi menurutnya paling bagus dalam perencanaan keluarga. Dari 10.000 perempuan yang mengonsumsi pil KB dalam setahun hanya 5 yang hamil. Sementara, kalau spiral angkanya lebih tinggi dari itu.

" Pakai pil KB kombinasi itu yang paling bagus, asal disiplin makannya. Kalau enggak makan dua hari saja sudah fatal," kata Andon.

Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa

Jangan Lewatkan