Kondisi Pecahnya Air Ketuban yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Air ketuban yang mengalir seringkali dikira urine, cari tahu cara membedakannya.

Mutia
| 9 Maret 2018 12:04

Dream - Air ketuban jadi penopang penting bagi janin dalam rahim. Berada dalam kantung, air ketuban bisa keluar dengan sendirinya jika terdapat robekan di kantung tersebut. Mengalir melalui serviks serta vagina.

Pecahnya kantong ketuban akan disertai keluarnya hormon dan zat kimia yang memacu kontraksi. Biasanya rasa nyeri kontraksi akan muncul setelahnya dan semakin lama semakin hebat.

Dalam kondiri tersebut, ibu harus segera mendapat pertolongan baik dari dokter atau bidan. Seringkali ibu tak menyadari kondisi air ketuban yang sudah mengalir. Pada kehamilan pertama keluarnya air ketuban seringkali dikira urine.

Sebenarnya air ketuban dan urine sangat berbeda. Air ketuban cenderung berwarna buram dan bukan kuning seperti urine. Air tersebut juga tak memiliki aroma menyengat. Jika ibu
mengalami pecah ketuban sementara masih berada di rumah atau di lokasi yang jauh dari klinik atau rumah sakit, cobalah tetap tenang.

Tahan pelvis seperti senam kegel atau seperti ketika menahan buang air kecil. Jika air tetap mengalir, dipastikan itu adalah air ketuban. Tapi jika aliran terhenti, air tersebut merupakan
urine.

Segera cari pertolongan untuk segera ke rumah sakit. Agar lebih terasa nyaman kenakan pembalut selama perjalanan. Cara ini juga bisa membantu dokter menganalisis kondisi janin dalam rahim.

Jangan menunda, pecah ketuban harus segera mendapat tindakan medis yang cepat. Hal ini demi menyelamatkan nyawa ibu dan janin.

Sumber: Momjunction

#KapanLagiKepo - Idolai Aditya Roy Kapur, Lesti Malu-Malu

Jangan Lewatkan