Kondisi Gigi Balita yang Sering Diabaikan Orangtua

Jangan mengangga sepele kesehatan gigi susu.

Mutia Nugraheni
| 9 Mei 2019 14:05

Dream - Kesehatan gigi, dibandingkan dengan organ lain, sering dinomor duakan. Terutama gigi pada anak, karena sebagian besar orangtua beranggapan kalau gigi anak hanyalah gigi susu.

Gigi tersebut akan copot dengan sendirinya dan berganti dengan gigi baru. Pemahaman ini sebenarnya salah. Justru gigi susu pada anak harus dijaga kesehatan dan kondisinya.

" Gigi susu dibutuhkan untuk mengembangkan tulang serta struktur wajah yang normal selama pertumbuhan. Mencabut gigi lebih awal dapat mengubah bentuk wajah. Lidah bisa jatuh ke celah dan ini dapat menyebabkan masalah dalam menelan dan bicara," kata drg Giulia D’Anna, seperti dikutip dari KidSpot.

Jika gigi susu hilang lebih awal, nantinya gigi bayi bisa tumbuh terlalu depan. Tak ada 'panduan' untuk tumbuh karena gigi susu sudah rusak. Saat tumbuh gigi tetap, makan kondisinya akan berantakan dan membutuhkan koreksi.

" Kondisi gigi yang rapi sangat dibutuhkan agar anak bisa berbicara dan melafalkan kata dengan tepat. banyak yang bermasalah saat mengucapkan 's' dan 'r' karena kondisi giginya yak tidak normal," ungkap Giulia.

Ia menyarankan para orangtua untuk selalu memantau kebersihan gigi anak. Jangan sampai terjadi infeksi karena sisa makanan yang tak bersih. Sakit gigi pada anak akan sangat menyiksa dan bisa menghambat tumbuh kembangnya.

" Anak usia 3 tahun sudah bisa diajarkan sikat gigi dan berkumur. Biasakan hal ini, sehingga jika giginya terdapat kotoran atau setelah makan, mereka tak betah dan ingin membersihkannya," kata Giulia.

Hinari juga memberikan makanan yang lengket dan manis seperti gulali atau camilan manis lainny. Untuk minuman, usahakan hanya memberikan susu putih tawar dan air. Jika memang minum atau makanan manis, segera minta si kecil berkumur setelah mengonsumsinya.

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan