Komplikasi Melahirkan Ini Sangat Membahayakan Nyawa Ibu

Bisa memicu pendarahan hebat setelah melahirkan. Jangan segan untuk berkonsultasi.

Mutia Nugraheni
| 16 Januari 2017 10:35

Dream - Plasenta akreta, apakah Sahabat Dream sudah pernah mendengarnya? Komplikasi ini jadi salah satu yang bisa membahayakan nyawa ibu. Terjadi ketika plasenta janin tertanam terlalu dalam di dinding rahim.

Biasanya, beberapa menit setelah ibu melahirkan plasenta akan terlepas dinding rahim lalu keluar, bisa dengan bantuan atau keluar dengan sendirinya. Bila terjadi plasenta akreta, plasenta tersebut akan tetap melekat pada dinding rahim dan bisa menyebabkan pendarahan hebat.

" Kasus plasenta akreta ini umum terjadi, seperti juga kasus c-section yang naik signifikan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Di Amerika Serikat sendiri kasus plasenta akreta terjadi dengan perbandingan 1 dari 530 kelahiran," ujar Anne James, seorang dokter kandungan , yang tergabung dalam American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Plasenta akreta sering tidak memiliki gejala. Tapi pendarahan selama kehamilan di trimester ketiga dapat menjadi tanda peringatan. Jika Anda mengalami pendarahan di trimester akhir kehamilan segera berkonsultasi dan mintalah pemeriksaan menyeluruh.

Apabila dokter obgyn mencurigai adanya plasenta akreta, USG atau MRI dapat dilakukan. Hal ini untuk melihat bagaimana kondisi plasenta yang tertanam di dinding rahim. Tes ini tidak menyakitkan dan aman untuk Anda dan janin.

" Pemeriksaan darah juga bisa saja dilakukan untuk mengetahui level alpha-fetoprotein. Protein ini diproduksi oleh bayi. Jumlah protein akan cenderung meningkat jika seorang ibu mengalami plasenta akreta," kata James.

Siapa saja yang berisiko tinggi?
Dari beberapa penelitian diketahui siapa saja yang berisiko tinggi mengalami plasenta akreta. Antara lain para ibu yang sebelumnya pernah menjalani operasi c-section atau operasi rahim lainnya. Lalu, letak plasenta atau jika ibu mengalami jaringan parut di lapisan rahim.

Usia ibu juga sangat berpengaruh. Ibu yang hamil di usia 35 tahun ke atas berisiko tinggi mengalami plasenta akreta. Begitu juga mereka yang melahirkan banyak anak. Pasalnya, risiko plasenta akreta meningkat setiap kali melahirkan. Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko komplikasi plasenta tersebut.

 

Sumber: Baby Center

 

Bikin Pangling, Penampilan Nia Ramadhani Berubah di Sidang Perdana

Jangan Lewatkan