Ketua IDAI Gambarkan Situasi Buruk Saat Ini Jika Anak Terkena Covid-19

Kasus melonjak drastis dan fasilitas serta tenaga kesehatan sangat kewalahan.

Mutia Nugraheni
| 22 Juni 2021 16:04

Dream - Jumlah kasus Covid-19 pada Juni 2021 mencapai puncaknya sejak pandemi dinyatakan berlangsung di Indonesia pada Maret 2020. Bukan hanya menyerang orang dewasa, virus ini juga menulari anak-anak.

Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang disampaikan oleh Profesor Aman Bhakti Pulungan, dalam satu pekan terakhir penambahan kasus Covid-19 pada anak di Indonesia mencapai 5.500.

" Data @idai_tweets 1 minggu Ini sekitar 5500 kasus baru anak, yg buat sy menangis ada 13 Anak meninggal selama 1 minggu ini karena Covid dan lebih 50% adalah balita, yg tdk sempat Ulang tahun pertama atau ke5. Kenapa Kita tdk lindungi Anak kita?knp Anak tdk cukup tracing dan diswab?," ungkap Prof Aman dalam akun Twitternya.

Beliau juga mengingatkan para orangtua dalam situasi Covid-19 saat ini boleh dibilang sangat memprihatinkan. Kasus melonjak drastis dan fasilitas serta tenaga kesehatan sangat kewalahan.

" Kasus Anak melonjak. Tdk semua RS punya ruang khusus Anak. Andaipun ada,Kita tdk siap dgn Nakes yg Sdh ditrain merawat anak. Anak bisa terinfeksi covid dan bisa meninggal. Jaga Anak kita. Jk tdk perlu,Anak Jangan keluar rumah atau Ke keramaian. Jadilah Ayah Bunda masa pandemi," pesan Prof Aman.

Ia juga menceritakan saat ini kondisi di banyak rumah sakit bahkan sudah krisis tabung oksigen. Hal ini akan sangat berisiko bagi anak jika tertular Covid-19 dan harus di rawat.

 Twitter Profesor Aman

 

 

Selanjutnya :

Peringatan dari IDAI, Kematian Anak Indonesia karena Covid-19 Tertinggi di Dunia

Ibunda Amanda Manopo Dibawa Ambulan karena Covid-19

Jangan Lewatkan