Kenali Gejala Campak, Jangan Sampai Telat

Jika telat ditangani bisa memicu peradangan pada otak.

Mutia Nugraheni
| 28 April 2017 19:38

Dream - Salah satu penyakit yang sangat mudah menular ada anak adalah campak. Penyakit ini penularannya melalui percikan ludah yang keluar dari batuk, bersin, atau pilek. Berhati- hatilah jika membawa anak ke dalam ruangan yang terdapat pasien campak atau membawanya ke area publik yang padat.

Virus tersebut bisa terpapar dengan mudah, apalagi jika anak belum divaksin. Komplikasi dari penyakit campak bisa menjadi masalah yang serius, meskipun pada umumnya campak bukan
penyakit berbahaya.

Pasalnya, satu dari tiga anak yang terinfeksi campak akan mengalami komplikasi seperti infeksi telinga, diare, pneumonia, atau radang otak. Cara terbaik mencegah campak melakukan
vaksin campak secara lengkap yang biasanya diberikan pada saat anak berusia satu tahun dan empat tahun.

Untuk gejalanya sendiri, tak selalu muncul merah-merah. Kadang ruam pada campak tidak keluar. Gejala yang sangat kentara yaitu anak demam, hidungnya berair, matanya memerah,
batuk kering dan terdapat bercak dalam mulut.

Segera periksakan ke dokter jika anak mengalami demam selama lebih dari tiga hari. Jika memang anak terkena campak biasanya akan diberikan obat antivirus dan pereda gatal.
Pengobatannya tidak membutuhkan antibiotik, karena campak disebabkan virus bukan bakteri.

Pastikan juga ia beristirahat di rumah dan tak melakukan banyak kontak dengan orang lain. Ummumnya penyakit campak ini berlangsung hingga 10 hari. Perbanyak juga minum air putih
atau jus buah segar agar anak tak dehidrasi.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

Sumber: KidSpot

 

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan