Kemenkes Bantah Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Dunia

Kemenkes menjelaskan data 20 Juni 2021, dari total 54.662 kasus kematian Covid-19 nasional, kelompok umur 0 sampai 18 tahun hanya menyumbang 1,2 persen.

Mutia Nugraheni
| 22 Juni 2021 09:07

Dream - Profesor Aman Pulungan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa hari lalu mengungkap kalau jumlah kematian anak di Indonesia karena Covid-19 angkanya tertinggi di dunia. Rupanya Kementerian Kesehatan menilai data IDAI tersebut tidak tepat.

" Data di mana itu, tidak tepat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Senin 21 Juni 2021, dikutip dari Merdeka.com.

Ia menjelaskan, data 20 Juni 2021, dari total 54.662 kasus kematian Covid-19 nasional, kelompok umur 0 sampai 18 tahun hanya menyumbang 1,2 persen. Sementara dari 1.989.909 kasus positif Covid-19 nasional, kelompok umur anak mengontribusi 12,5 persen.

" Kasus anak (positif Covid-19) sangat sedikit dibandingkan dewasa," ujar Siti.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan ini kemudian menyinggung hasil penelitian Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo bahwa anak yang meninggal setelah terpapar Covid-19 umumnya memiliki komorbid.

" Kalau baca hasil penelitian itu data dari RSCM memang anak yang punya lebih dari satu komorbid," jelas dia.

 

 

Selanjutnya :

Case Fatality

Biaya Kremasi 80 Juta, Hotman Paris Colek Kapolri

Jangan Lewatkan