Kasus Stunting Anak di Indonesia Harus Segera Ditangani, Ini Alasannya

Mengancam kualitas generasi bangsa.

Mutia Nugraheni
| 18 Maret 2019 14:06

Dream - Sampai saat ini masih banyak pihak dan orangtua tak mengetahui soal kasus stunting pada anak. Bahkan ada yang menganggapnya masalah ringan.

Padahal, stunting merupakan gangguan serius dan berdampak jangka panjang. Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh asupan gizi tak memadai dalam waktu cukup lama.

Hal tersebut adalah akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Aspek yang juga mempengaruhi adalah sanitasi lingkungan.

Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 Juta) anak balita mengalami stunting (Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2013) dan di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.

Fakta tersebut merupakan masalah serius yang mengancam bangsa. Mengapa? Dengan kondisi kekurangan gizi dalam waktu lama, pertumbuhan anak menjadi tidak optimal. Bukan berdampak pada fisik yang membuatnya menjadi pendek tapi juga kognitif atau level intelektualitasnya.

Hal tersebut juga membuatnya jadi mudah sakit dan kualitas hidupnya menurun. Padahal di tangan anak-anak tersebut, masa depan Indonesia ditentukan. Bayangkan, jika generasi penerus bangsa mengalami buruk, tentunya bakal berdampak menyedihkan.

 

Selanjutnya :

Jumlah Kasus Stunting di Indonesia

Fasilitas Umum Mulai Diperbaiki Pascakerusuhan 22 Mei

Jangan Lewatkan