Jangan Takut Efek Samping Vaksin Pada Si Kecil, Ini Faktanya

Reaksi berat pada umumnya diakibatkan oleh alergi.

Mutia
| 8 Februari 2018 11:58

Dream - Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Namun beberapa vaksin menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh. Efek samping inilah yang kemudian memicu persepsi negatif.

Dokter Novilia Bachtiar, Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinik Bio Farma menyebutkan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) memang kerap kali terjadi. Namun hanya sedikit yang menimbulkan efek serius.

" Kasus KIPI paling banyak terjadi akibat faktor kebetulan. Misalnya, ketika pasien mengalami demam terus-menerus setelah imunisasi. Tapi setelah ditelusuri, rupanya ada gejala dari
penyakit yang sudah diderita sebelum melakukan imunisasi, contohnya demam berdarah," ujar Novilia dalam acara Media Workshop Biofarma, di Cirebon, Jawa Barat.

Setelah imunisasi, anak atau orang dewasa biasanya mengalami reaksi ringan. Seperti bengkak, badan nyeri hingga demam yang berlangsung tak lebih dari 24 jam. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

Reaksi seperti rasa limbung, mual hingga pingsan hanya diakibatkan oleh faktor kecemasan akibat rasa takut terhadap kegiatan imunisasi. Sementara reaksi berat pada umumnya diakibatkan oleh alergi. Untuk itu, ada baiknya agar memeriksa riwayat alergi sebelum melakukan imunisasi.

" KIPI dinyatakan berat apabila menyebabkan pasien dirawat inap, atau ditemukannya kasus kematian. Pihak keluarga bisa melapor ke BPOM, Komnas KIPI atau Komda KIPI. Nanti akan
dilakukan investigasi terkait dengan penyebab KIPI," kata Novilia.

Ia juga menegaskan, jika terjadi kasus KIPI yang berat, vaksin akan dikaji untuk menemukan faktor pencemar. Apabila ditemukan, BPOM akan melakukan tindakan korektif. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada laporan KIPI yang disebabkan oleh kualitas vaksin.

Laporan Annisa Mutiara

Hanung Bramantyo Bicara Tentang 'The Gift' #MovieTalks

Jangan Lewatkan