Jangan Langsung Rendam ASIP Beku di Air Hangat, Ini Efeknya

Selalu terapkan cara mencairkan dengan suhu bertahap dan bukan dengan suhu yang drastis.

Mutia Nugraheni
| 18 Agustus 2018 10:34

Dream - Bagi ibu bekerja atau ketika harus meninggalkan bayi dan menitipkannya, air susu perah (ASIP) tentu jadi hal wajib yang harus tersedia. Terutama pada bayi-bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan.

Jika memang ingin pergi meninggalkan si kecil di rumah esok hari, saat malam keluarkan stok ASI beku di freezer. Taruh stok tersebut di dalam kulkas dan biarkan mencair sendiri.

Sebelum waktu minum si kecil, rendam dulu ASI yang telah mencair dalam air hangat kemudian berikan pada bayi. Jangan langsung memanaskan ASI beku langsung pada air hangat. Ariani Dewi Widodo, dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi memberikan penjelasannya.

" Memanaskan ASI dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan protein," ujar Ariani saat ditemui Jakarta beberapa waktu lalu

Untuk menghindari kerusakan protein pada ASI, ibu harus teliti dan memerhatikan berapa botol ASI yang dibutuhkan si kecil dalam sehari. Agar kualitas ASI perah tetap terjaga selalu terapkan untuk mencairkannya dengan suhu bertahap dan bukan dengan suhu yang drastis.

" Malam hari sebelumnya, misal ibu memperkirakan kebutuhan ASI selama ditinggal bekerja sebanyak 4 botol. ASI yang disimpan di freezer diturunkan ke kulkas bawah," Ariani menerangkan.

Ketika bayi lapar dan haus, ASI bisa dihangatkan, bukan dididihkan. ASI cukup dihangatkan menggunakan air suam-suam kuku.

" Botol ASI ditaruh di dalam air. Kemudian tunggu sampai ASI mencair," lanjut Ariani.

Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

Aris Idol Dijebak Rekan Sendiri? Ini Curhatan Sang Istri

Jangan Lewatkan