Jangan Anggap Buruk Berat Badan yang Terus Naik Saat Hamil

Seluruh lemak dan kalori disimpan oleh tubuh, kemudian didistribusikan sebagai nutrisi untuk janin dalam kandungan.

Mutia Nugraheni
| 12 Juli 2018 12:04

Dream - Hamil dan bertambahnya berat badan merupakan 'paket' yang tak bisa dihindari. Bukan hanya perut saja membuncit, lengan pun bertambah besar, begitu juga pipi. Belum lagi kaki dan wajah yang membengkak.

Saat bercermin, seringkali muncul rasa tak percaya diri. Jangan selalu menganggap buruk bobot tubuh yang naik drastis saat hamil. Justru hal tersebut jadi pertanda kalau janin mengalami perkembangan yang baik.

" Ibu yang berat badannya naik tak siginifikan atau cenderung turun saat hamil justru bisa meningkatan risiko kelahiran prematur," ujar Kathleen M. Rasmussen, Sc.D., R.D., profesor ilmu nutrisi dari Cornell University, Amerika Serikat dikutip dari Parents.

Bobot tubuh ibu yang rendah juga bisa menyebabkan masalah kesehatan pada bayi, seperti kesulitan bernapas, masalah jantung serta adanya kelainan yang berdampak pada kualitas hidup si anak kelak. Untuk itu penting selalu memantau berat badan ibu selama kehamilan.

Meningkatnya berat badan saat hamil juga disebabkan hormon kehamilan. Hormon tersebut membuat ibu lebih berhasrat makan dan tubuh pun lebih banyak menyimpan 'cadangan'.

" Seluruh lemak dan kalori disimpan oleh tubuh, kemudian didistribusikan sebagai nutrisi untuk janin dalam kandungan," kata Kathleen.

Jangan terlalu panik soal berat badan. Pasalnya setelah bayi keluar, berat akan turun langsung sekitar 5 kg. Bayi, ketuban dan darah keluar, yang pastinya akan langsung berdampak pada bobot tubuh ibu.

Menyusui juga sangat efektif membakar kalori. Beberapa minggu kemudian hormon kehamilan akan menghilang dan tubuh pun 'membuang' ekstra cairan dan simpanan lemak. Kunci bobot tubuh kembali normal setelah melahirkan adalah adalah mengonsumsi makanan kaya gizi dan bukan kaya lemak.

 

Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark

Jangan Lewatkan