Imunisasi Wajib dari Pemerintah Saja Tak Cukup Lindungi Si Kecil

Lakukan juga imunisasi lanjutan untuk perlindungan optimal.

Mutia Nugraheni
| 25 April 2019 12:07

Dream - Imunisasi merupakan perlindungan penting agar anak-anak terhindar dari penyakit menular yang terbukti secara medis. Meski demikian masih banyak orangtua yang menganggap remah soal imunisasi.

Faktanya, imunisasi dasar lengkap yang diprogramkan pemerintah saja, belum cukup jadi perlindungan optimal bagi anak. Imunisasi tersebut meliputi imunisasi hepatitis B, basilus calmette Guerin atau BCG (cegah TBC), polio, campak, dan DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dari bayi berusia nol sampai 11 bulan.

Setelah imuniasi tersebut, harus dilanjutkan dengan imunisasi rutin lengkap, yang bertujuan melindungi anak dari penyakit. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi pada acara Pekan Imunisasi Dunia 2019 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu 24 April 2019.

" Imunisasi dasar lengkap yang diperoleh pada usia bayi tidaklah cukup, diperlukan imunisasi rutin lengkap agar kekebalan optimal," ucap Oscar.

Diimbau kepada masyarakat, imunisasi rutin lengkap sebagai dasar mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Imunisasi rutin lengkap terdiri atas:

1. Imunisasi dasar pada usia nol sampai 11 bulan.

2. Imunisasi lanjutan berupa DPT-HB-Hib ( Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) dan Campak Rubella pada usia 18 bulan.

3. Imunisasi lanjutan Campak Rubella dan DT (Difteri Tetanus) pada kelas 1 SD/ Madrasah Ibtidaiyah/sederajat.

4. Imunisasi Td (Tetanus Difteri) pada kelas 2 dan 5 SD/Madrasah Ibtidaiyah/sederajat.

" Seperti yang disampaikan Bu Menteri (dalam sambutannya), kalau yang namanya imunisasi rutin lengkap itu tidak berhenti di usia 11 bulan, tapi sampai usia SD juga ada imunisasi tambahan," tambah Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.

Imunisasi lanjutan bukan sekadar melanjutkan imunisasi yang diperoleh saat bayi, melainkan menguatkan anak-anak agar mendapat perlindungan optimal.

Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan