Hindari Infeksi, Rawat Area Perineum Setelah Melahirkan

Setelah bayi dan plasenta keluar, area tersebut pun dijahit. Tak heran kalau rasa sakitnya bisa berhari-hari.

Mutia Nugraheni
| 13 April 2017 16:03

Dream - Area perineum, setelah proses persalinan normal jadi yang bagian yang paling menyakitkan. Area ini berada di antara anus dan vulva dan biasanya dokter atau bidan mengguntingnya untuk mempermudah bayi keluar.

Setelah bayi dan plasenta keluar, area tersebut pun dijahit. Tak heran kalau rasa sakitnya bisa berhari-hari. Kebersihan area ini juga harus dijaga karena terdapat luka. Jika terpapar virus atau bakteri tentu saja bisa memicu infeksi yang membahayakan ibu.

Untuk merawat perineum, pastikan selalu mengganti pembalut setiap 2 jam atau saat terasa penuh. Pastikan mencuci tangan dengan sabun terlebih dulu sebelum membilas area tersebut. Gunakan formula antiseptik untuk membersihkan dan membilas perineum.

Sebelum menggunakan pakaian dalam, pastikan area tersebut sudah kering dengan sempurna. Jangan sampai masih terasa basah dan lembap karena bisa membuat bakteri tumbuh dengan mudah. Setelah itu segera kenakan pembalut baru dengan pakaian dalam yang bersih.

Saat mengeringkan, bisa gunakan tisu. Tapi pastikan saat membasuhnya dari area depan ke belakang. Hindari membasuh dengan arah sebaliknya, karena bisa meningkatkan risiko penyebaran bakteri dari anus ke vagina yang bisa memicu infeksi. Cuci tangan kembali dengan sabun setelah membersihkan perineum.

Jika masih terasa sakit setelah melahirkan, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat. Duduk di bantal berbentuk donat yang memiliki bolongan di tengah juga bisa membantu mengurangi nyeri. Apabila muncul keluhan seperti bengkak, nyeri yang hebat atau demam selama masa nifas segera periksakan diri ke dokter kandungan.


Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

Sumber: Very Well

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan