Heboh Vaksin Palsu untuk Anak di China, BPOM Ungkap Faktanya

Changchun Changsheng Bio-Technology Ltd telah memalsukan laporan tentang produksi dan pemeriksaan sebagian dari 113.000 vaksin rabies.

Mutia Nugraheni
| 31 Juli 2018 14:10

Dream - Kasus vaksin palsu di Indonesia 2016 lalu membuat geger dan panik para orangtua. Rupanya kasus yang serupa baru saja terjadi di China. Di negara tirai bambu tersebut, pihak yang terlibat justru merupakan produsen vaksin terbesar di China.

Perusahaan Changchun Changsheng Bio-Technology Ltd terbukti telah memalsukan laporan tentang produksi dan pemeriksaan sebagian dari 113.000 vaksin rabies.

Hasil penyelidikan oleh regulator makanan dan obat-obatan di China juga mengumumkan bahwa Changsheng telah mendistribusikan lebih dari 250.000 dosis vaksin DPT (diphtheria, pertussis, dan tetanus) di bawah standar, yang pertama kali ditemukan tahun lalu.

Hal ini tentu saja memicu kemarahan para orangtua yang memvaksin anaknya dengan produk vaksin keluaran Changseg. Perusahaan tersebut didenda 3,4 juta yuan (setara Rp7,2 miliar) dan diperintahkan untuk menghentikan semua produksi vaksin yang terbukti tidak memenuhi standar baku.

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia memberikan penjelasan. Dipastikan vaksin produksi Changsheng Bio-Technology tak terdaftar di Indonesia.

" Berdasarkan data di BPOM RI, vaksin produksi Changsheng Biotechnology China tersebut tidak terdaftar di Indonesia," tulis BPOM dalam keterangan resminya.

Vaksin impor, menurut BPOM, hanya dapat diedarkan di Indonesia setelah melalui tahapan sampling, pengujian laboratorium serta evaluasi seluruh data keamanan vaksin oleh BPOM RI.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 30 tahun 2017 tentang Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia. Jadi, tak perlu panik dengan peredaran vaksin palsu asal China di Indonesia.

Sumber: Liputan6.com/ BPOM RI

Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?

Jangan Lewatkan