Jangan Terlalu Lama Menunda Kehamilan, Alasannya...

Kehamilan memang harus terencana, namun jangan terlalu lama menundanya.

Annisa Mutiara Asharini
| 20 Desember 2018 08:10
Dream - Program memiliki keturunan kerap kali ditunda oleh suami istri. Banyak hal jadi alasannya, seperti pekerjaan, pendidikan, terpisahnya jarak suami istri yang jauh atau hal lain.
 
Penundaan boleh dilakukan tapi pastikan jangan terlalu lama. Pasalnya, dapat memperbesar risiko ketidaksuburan. 

" Idealnya, wanita menghasilkan sel telur sebanyak 700 ribu seumur hidupnya. Jumlah ini tidak akan bertambah, melainkan berkurang hingga wanita mencapai masa menopause," kata Beeleoni, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, di Jakarta beberapa waktu lalu

Dalam satu bulan, sebanyak seribu sel akan terbuang sia-sia jika tidak dibuahi sperma. Sementara, wanita mengalami menopause di sekitar usia 50 tahun. Berbeda dengan sel telur, sperma dapat beregenerasi setiap tiga bulan sekali.

Kesempatan terbesar wanita untuk hamil ada pada 6 bulan pertama pernikahan, yakni sebesar 30 persen.

" Bagi wanita, time is ticking. Wanita usia 35 tahun ke atas harus lebih waspada. Menurunya jumlah sel telur juga semakin dipercepat dengan rokok, alkohol dan kurangnya nutrisi," ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada solusi untuk menambah jumlah sel telur. Satu-satunya cara menunda kehamilan paling aman adalah dengan preservasi atau pembekuan sel telur.

Sel telur akan disimpan dan dibekukan di dalam ruangan bersuhu rendah. Wanita yang belum ingin hamil dapat membekukan sel telurnya terlebih dahulu untuk digunakan di kemudian hari.
 
Jika pada suatu saat nanti wanita mengalami masalah reproduksi, ia tidak perlu khawatir karena telah memiliki cadangan sel telur yang masih sehat.

Harga program preservasi sel telur dibanderol seharga Rp5 juta untuk biaya awal. Kemudian, ada biaya tambahan sebesar Rp 2 juta per 3 bulan.
 
Virtual Tour Ramadan 2021 in Singapore

Jangan Lewatkan