Hasil Perahan Bukan Jadi Indikator Kecukupan ASI

Seringkali persepsi ibu lah yang menyimpulkan kalau ASI tidak cukup.

Mutia Nugraheni
| 18 Agustus 2017 08:06

Dream - Bagi para ibu menyusui yang seringkali beraktivitas di luar dan meninggalkan bayi di rumah, memerah ASI pun jadi pilihan utama. Terutama yang sehari-hari ke kantor. Memerah ASI bisa dilakukan 2 hingga 3 kali di kantor.

Hal ini demi memenuhi kecukupan ASI si kecil di rumah agar stok tetap aman dan tidak kekurangan. Tapi saat memerah ini, seringkali ASI yang keluar sedikit. Jumlahnya juga berkurang signifikan dari biasanya.

Kekhawatiran pun muncul, 'tabungan' ASI tak bisa memenuhi kebutuhan susu buah hati di rumah. Sebenarnya, hasil perah ini bukan indikator utama cukup atau tidaknya ASI perah untuk memenuhi kebutuhan bayi. Seringkali persepsi ibu lah yang menyimpulkan kalau ASI tidak cukup.

Seperti dikutip dari AIMI, hasil perahan seringkali tidak mencerminkan produksi ASI yang sesungguhnya. Jika ibu tidak rutin memerah maka hasil perahannya sedikit walaupun sebetulnya produksi ASI cukup banyak jika disusukan langsung.

Frekuensi memerah yang jarang, stres dan datang bulan biasanya memicu produksi ASI menjadi sedikit. Ibu memang harus pintar-pintar menerapkan manajemen stres dengan baik agar produksi ASI tetap lancar.

Selalu khwatir dengan kecukupan ASI juga membuat kepanikan. Hal ini malah membuat ibu stres dan berpengaruh buruk pada produksi ASI. Nah, untuk mengembalikan produksi ASI kembali normal, usahakan untuk rileks saat memerah, banyak minum air putih dan makan-makanan bergizi.

Saat di rumah sebisa mungkin menyusui langsung si kecil. Isapannya yang kuat akan merangsang produksi ASI. Jika merasa tetap bermasalah dengan produksi ASI, berkonsultasilah dengan konselor laktasi bersertifikat. Selengkapnya baca di sini.

 

Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir

Jangan Lewatkan