Gumoh Berlebihan pada Bayi, Ketahui Penyebabnya

Jika terlalu sering dan dalam jumlah banyak bisa jadi pertanda ada masalah dalam lambungnya.

Mutia Nugraheni
| 31 Juli 2017 16:04

Dream - Air susu ibu (ASI) jadi asupan nutrisi utama untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan. Mereka tak mendapat asupan lain karena masih dalam pemberian ASI eksklusif. Salah satu masalah yang sering menimbulkan kepanikan para orangtua yang memiliki bayi dan memberi ASI eksklusif adalah bayi gumoh setelah minum ASI.

Gumoh merupakan reaksi spontan seperti meludah setelah minum ASI. Biasanya hal ini akan berhenti dengan sendirinya. Tapi, jika terlalu sering dan dalam jumlah banyak bisa jadi
pertanda ada masalah dalam lambungnya.

Seperti dikutip dari Bidanku, sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia
hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal, gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu
pertumbuhan bayi.

Untuk itu ketahui pemicu gumoh pada bayi dan cara mencegahnya.

- Minum ASI berlebihan
Kapasitas lambung bayi masih sangat kecil. Gumoh sering terjadi ketikan makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi gumoh bahkan hingga muntah. Jika dirasa bayi sudh cukup banyak minum, sebaiknya jangan berikan lagi ASI. Saat menangis belum tentu si kecil kehausan, jangan langsung memberinya minum.

- Posisi menyusui kurang tepat
Posisi menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang juga bisa memicu gumoh dan muntah pada bayi. Cairan ASI tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun menjadi gumoh. Sebaiknya hindari posisi menyusui seperti ini.

- Penutup lambung belum berfungsi sempurna.
Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.


Selengkapnya baca di sini


Sumber: Bidanku

Muhasabah bersama Ustaz Erick Yusuf

Jangan Lewatkan